Memahami maksud kutipan Buya Hamka soal penghinaan agama

Terkini.id – Kutipan Alm Buya Hamka yang belakangan sangat (di-) populer (-kan) adalah: “Jika diam saat agamamu dihina, gantilah bajumu dengan kain kafan.”

Sebagian dari mereka yang mempopulerkan kutipan beliau itu, punya pemahaman bahasa yang menarik, yakni meyakini kebalikan dari kata “diam” adalah “demo”, kebalikan dari kata “diam” adalah “memaki” dan “mengamuk”.

Apakah demikian maksud Buya Hamka? Wallahu a’lam.

Kita tahu sendirilah kemarin juga sempat viral sekali konon Buya Hamka mengharamkan ucapan “Selamat Natal”, tapi nyatanya Putra beliau, Irfan Hamka malah mengklarifikasi bahwa ayahnya pernah mengucapkan selamat natal (dengan ucapan: “Selamat, telah merayakan Natal kalian”) dan yang beliau maksud dalam fatwa yang beliau keluarkan tahun 1981 itu hanya melarang umat islam mengikuti peribadatan di gereja, seperti menyanyi dan membakar lilin, bukan sekedar ucapan selamat.(sumber: https://www.google.co.id/…/m.republika.c…/amp_version/nh0yp6 )

Kembali ke persoalan kata diam, kalau menurut saya pribadi, kebalikan diam itu tidak diam, dan tidak diam itu wujud ekspresinya bisa banyak, bisa anda mengumpat tidak jelas atau bisa juga anda membela dengan argumentasi yang bermartabat, contoh konkrit dari pembelaan yang bermartabat itu: Waktu dulu ramai ada film yang dibuat untuk menjelek-jelekkan Islam, yakni film berjudul Fitna, di film tersebut ditampilkan ayat-ayat Al-Qur’an dan dipelintir terjemahannya lalu ditunjukkan aksi-aksi teror atas nama Islam, seakan-akan Al-Qur’an itu mengajarkan kekerasan dan kerusakan.

Melihat hal itu, selaku ulama’ ahli tafsir Al-Qur’an Prof Muhammad Quraish Shihab tidak tinggal diam, beliau membuat buku berisi klarifikasi dan bantahan terhadap tuduhan dan penghinaan yang dimuat film itu. Judul dari buku beliau itu adalah “AYAT-AYAT FITNA: Sekelumit Keadaban Islam di Tengah Purbasangka” yang mana buku itu juga dibuat versi bahasa Inggirs berjudul “Intrepreting Fitna Verses”, bantahan di buku itu ditulis secara ilmiah dan bermartabat, jauh dari kesan amukan dan kemarahan, dan buku itu versi digitalnya gratis untuk diunduh, versi cetaknya pun amat sangat murah yakni dibawah 10 ribu rupiah, saya kira hal itu supaya bantahan terhadap hinaan terhadap Islam itu bisa disebar dan dibaca banyak kalangan, dan begitulah cara beliau “membela agama”.

Menurut saya, tidak diam ketika agama dihina itu bisa banyak bentuknya, ada yang bersifat produktif dan ada pula yang kontra produktif.

Kalau ada orang menghina Islam sebagai agama teror apakah anda sebagai muslim akan menteror orang tersebut? Bukankah ini malah membuktikan prasangka dan tuduhannya itu?

Akhir kalam, saya kembalikan semua pada saudara-saudara sekalian.. silahkan anda memilih mau berekspresi dengan cara apa.

Sekian, Wallahu a’lam.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Ramadan itu Bulan Alquran

DEMIKIAN dahsyatnya kekuatan ruhiyah Al-Quran sehingga sekiranya diturunkan di atas sebuah gunung niscaya gunung itu akan goncang. Goncang karena rasa takut terhadap Allah SWT,
Opini

Pilpres, Hoaks dan Darurat Literasi Digital

PILPRES  2019 mungkin arena pertarungan paling menguras energi sepanjang sejarah republik ini. Tidak hanya bagi kedua pasang kandidat dan tim pemenangan masing-masing, tetapi juga
Opini

Entertainisasi Ramadan

KEHADIRAN bulan Ramadan yang penuh hikmah, mestinya menjadi momentum bagi umat Islam melakukan resonansi penyucian jiwa, menuju pembentukan pribadi muslim yang paripurna.Berbagai ekspresi keagamaan
Opini

Pembunuhan Karakter di Media Sosial

ERA keterbukaan informasi merupakan gerbong yang luar biasa bagi masyarakat luas untuk mendapatkan informasi yang cepat, mudah dan tidak terbatas.Sebagai warga negara, memperoleh informasi
Opini

Puasa itu Menyuburkan Ruhiyah

Mankind is a spiritual being in a physical body.KALAU seandainya saya ditanya tentang defenisi manusia maka jawaban saya kira-kira seperti di atas. Bahwa manusia
Opini

Pendidikan Qur’ani

MOMENTUM 17 Ramadan ini sejatinya menjadi titik pijak merenungkan ihwal konstruksi dunia pendidikan dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber ilmu dan akhlak.Pendidikan berkualitas melahirkan sumber
Opini

Iqra’ dan Nuzulul Quran

IQRA adalah perintah pertama Alquran. Iqra artinya bacalah. Peristiwa pertama turunnya Alquran (nuzulul quran) kepada Rasulullah Saw terjadi pada malam 17 ramadan.Peristiwa itulah jadi
Opini

Puasa itu Menyehatkan

“Berpuasalan niscaya kamu sehat” (hadits).Tak dapat disangkal lagi bahwa berdasarkan penelitian pada ahli kesehatan, sebagian besar penyakit yang terjadi dalam tubuh manusia disebabkan oleh
Opini

Dakwah 4.0

ERA revolusi industri 4.0 menjadi penanda arus globalisasi tidak terbendung disertai kecanggihan teknologi. Era ini menjadi angin segar pengembangan dakwah Islam berbasis digital. Sejumlah