Memaknai Keberkahan Ramadan – 02

Dan itu pulalah makna terpenting dari Lailatul Qadar sebagai malam yang bernilai tinggi (Khaer min alfi syahr). 

Malam yang nilainya lebih dari seribu malam. Karena di malam itulah diturunkan Alquran yang menjadi dasar kehidupan yang bermakna. 

Tapi untuk Alquran mampu menjadikan hidup manusia bermakna atau bernilai tinggi diperlukan perenungan-perenungan atau Iqra’ tadi. 

Baca Juga: Perusahaan Amerika Serikat Jajaki Peluang Investasi Industri Terbarukan di Bantaeng

Di saat manusia berusaha melepaskan diri dari kungkungan dunia yang membebani (puasa) ketika itu akan lebih mudah untuk melakukan perenungan-perjuangan itu. 

Karenanya dengan segala motivasi yang ada untuk melakukan ragam ritual yang ada di bulan Ramadan ini, harusnya juga dimaksimalkan untuk melakukan perenungan-perenungan itu. Perenungan yang tentunya menjadi tuntutan “Al-Furqan” (iqra’). 

Baca Juga: Temui Bupati Bantaeng, CEO Perusahaan Amerika Serikat Jajaki Peluang Investasi...

Mari rebut keberkahan (keutamaan) Ramadan dengan mengikat diri dengan Alquran sebagai dasar perenungan. 

Akal pikiran manusia boleh melanglang buana ke mana saja. Asal pijakannya tetap kepada inspirasi Ilahi (Al-Quran). 

Ingat sekali lagi jangan sampai membatasi diri dengan Alquran pada dimensi ritual. 

Baca Juga: Temui Bupati Bantaeng, CEO Perusahaan Amerika Serikat Jajaki Peluang Investasi...

Membaca sambil hitung-hitungan dengan Allah. Ini tentunya tanpa ada tendensi mengurangi nilai ritualnya. Membaca satu huruf itu sepuluh pahala. 

Dan di bulan Ramadan dilipat gandakan. Tapi mari kita “go beyond the ritual blessings”. Yaitu merenungi diri dan kehidupan melalui “tadabbur, ta’aqqul dan tafakkur” ayat-ayat Allah SWT. 

Semoga Al-Quran jadi rahmah, pelipur lara, menjadi pembela bagi pembacanya di hari tiada pembelaan kecuali dari Allah SWT. Amin. (bersambung….)

 

1 2
Show All
Bagikan