Membaca Langkah Politik Amien Rais

Terkini.id – Bila Ganjar menang di Jawa Tengah, dengan tingkat keterpilihan 60% lebih, maka teori 212 sebagai komoditas politik akan gagal total.

Jadi Prabowo akan membuang buang waktu bila memilih strategi 212, ia harus mencari jalan lain, karena liabilitasnya sangat tinggi bila bergantung pada teori 212.

Sementara SBY jauh lebih cerdik, walaupun posisinya terjepit ia belum memutuskan sesuatu apapun termasuk bagaimana AHY ditempatkan. Namun bagi SBY sendiri secara implisit teori 212 tidak bisa digunakan dua kali. SBY lebih paham cara kerja politik ketimbang Prabowo yang sekarang terjebak permainan politik Amien Rais.

Berjaraknya SBY pada teori 212 jelas akan mengurangi beban politik SBY untuk bertanggung jawab terhadap gerbong 212. Bila sampai akhir Juli tidak ada keputusan politik untuk tarung pada Pilpres 2019, maka SBY akan mengambil posisi netral dan negosiasi politik akan diambil SBY setelah hasil Pilpres 2019 diumumkan, setidak-tidaknya bagi SBY, penempatan AHY di kabinet 2019 akan jadi sangat krusial sehingga menjaga hubungan baik dengan Jokowi tanpa masuk ke koalisi adalah realitas satu satunya yang dihadapi Partai Demokrat pada tahun politik 2019.

Jokowi Bukan Gusdur atau Megawati

Dan Amien Rais sendiri yang maestro dalam menempatkan langkah langkah catur elite politik, berkali-kali kalah dengan Jokowi. Secara tak langsung membuat Amien sadar bahwa Jokowi bukan Gus Dur, Megawati ataupun SBY yang bisa ia “bentuk” dengan mudah.

Menarik untuk Anda:

Amien sudah menemui realitas jaman baru dimana keputusan politik tidak lagi bergantung pada konstelasi oligarki. Tapi pada konstruksi elektabilitas di tingkat rakyat.

Ucapan Amien Rais yang menginginkan Jokowi datang ke Yogya, selain negosiasi soal nasib PAN sebenarnya juga langkah blunder. Jokowi sangat ahli dalam menempatkan posisi senior yang sulit. Karena bila Amien Rais ketemu Jokowi maka skenario Amien akan di “Bibit Waluyo-kan” akan jalan dengan efektif. Saat Amien sudah mulai masuk skenario “dibibit waluyokan”, Prabowo tiba-tiba muncul ingin jadi mediator dalam pertemuan politik Amien-Jokowi.

Secara nggak langsung Prabowo menghindari jangan sampai ada persekutuan Amien Rais dengan Jokowi. Bila ini terjadi maka koalisi kubu Prabowo akan hancur total. Seperti diketahui publik luas bahwa Zulkifli Hasan Ketum PAN, sampai detik ini masih ingin bergabung dengan kubu Jokowi. Namun terhalang oleh sikap keras kepala Amien Rais.

Padahal pertemuan Yogya adalah terobosan cantik agar Zul bisa merapat kembali ke PAN. Ketimbang SBY yang cenderung tidak disukai oleh kubu koalisi Jokowi karena kasus Pilkada DKI 2017 kemarin. Maka Zul lebih disukai oleh kubu koalisi Jokowi. Bahkan kubu koalisi Jokowi sangat berharap Zul bersama gerbong besar PAN bisa bergabung dengan Jokowi.

Permainan politik para lawan Jokowi sekarang adalah “menghalangi PAN” masuk ke kubu Jokowi. Bahkan framing keberpihakan politik ini sampai diseret ke tanah Mekkah di mana koalisi bertemu dengan Habib Rizieq. Disini Zul PAN masih saja bersikap denial terhadap koalisi yang hendak dibangun untuk melawan Jokowi. Dengan mendesak terus siapa Cawapres koalisi lawan Jokowi. Karena posisi ini yang paling menentukan dan bisa menelanjangi PKS rivaal PAN dalam kubu koalisi Pro Prabowo.

Ditengah hujatan publik yang luar biasa kepada Amien Rais, tampaknya Amien Rais mulai masuk pada posisi penting. Amien Rais bukan lagi diartikan sebagai Panglima Oposisi. Tapi segala gertakan dan ancaman politik ke Jokowi justru meningkatkan harga politik PAN ke kubu Jokowi. Karena bila pada detik detik terakhir PAN bisa diambil ke Jokowi maka bisa jadi ada 5 menteri PAN akan masuk dalam kabinet Jokowi pada 2019. Disinilah kejeniusan Amien Rais dalam memetakan politik untuk memuluskan PAN masuk ke dalam koalisi Jokowi. Bahkan Amien Rais masih mampu berdansa tango dan cha-cha ditengah jebakan akan “di bibit waluyo-kan”.

(Catatan Pagi Tahun Politik)

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Inovasi NasDem Bulukumba, e-KTA Bisa Jadi Kartu Diskon

Nasdem Tawari Habib Rizieq-UAS Ikut Pilpres, Ketua PA 212: Beliau Tak Punya Ambisi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar