Menag Akan Kaji Aturan Rumah Ibadah, Abu Janda: Selamat Buat Umat Nonmuslim

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Abu Janda menanggapi soal pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau akrab disapa Gus Yaqut yang mengatakan akan mengkaji ulang Surat Keputusan Bersama (SKB) dua menteri terkait aturan pendirian rumah ibadah.

Lewat cuitannya di Twitter, Senin 25 Januari 2021, Abu Janda mengungkapkan bahwa aspirasinya terkait pendirian rumah ibadah tersebut akhirnya didengar oleh Menag Gus Yaqut.

“Akhirnya aspirasi yang kita suarakan bersama soal SKB 2 menteri didengar pak Menag Panglima Banser,” cuit Abu Janda.

Ia pun mengucapkan selamat kepada umat nonmuslim atas keputusan Menag Gus Yaqut tersebut.

Mungkin Anda menyukai ini:

Menurutnya, jika SKB dua menteri itu dikaji maka nantinya umat nonmuslim tidak akan lagi kesulitan mendirikan rumah ibadah mereka.

Baca Juga: Bersyukur Pelapor Abu Janda Dicopot Jadi Ketum KNPI, Denny Siregar:...

“Selamat yaa buat umat non muslim. Semoga nanti tidak ada lagi sulit mendirikan rumah ibadah,” ucap Abu Janda.

Selain itu, pria bernama lengkap Permadi Arya ini juga mengapresiasi Menag terkait keputusannya itu.

“Terima kasih pak menag gusmen YaqutCQoumas,” kata Abu Janda menandai Twitter Gus Yaqut.

Baca Juga: Pelapor Abu Janda Dicopot dari Jabatan Ketum KNPI, Said Didu:...

Dalam cuitannya itu, Abu Janda juga membagikan sebuah link artikel pemberitaan berjudul “PGI Minta Revisi, Menag Akan Kaji SKB 2 Menteri Soal Pendirian Rumah Ibadah” yang tayang di situs Detik.com pada Senin 25 Januari 2021.

Dalam artikel pemberitaan itu disebutkan bahwa Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas akan mengkaji isi dari surat keputusan bersama 2 menteri (Menag dan Mendagri) terkait pendirian tempat ibadah.

Gus Yaqut menekankan, perlunya aturan pendirian tempat ibadah, tetapi bukan untuk mempersulit.

“Kita kaji mana yang terbaik untuk kehidupan umat beragama. Jika ada pasal-pasal yang perlu dipertahankan, jika ada pasal-pasal yang jadi hambatan mendirikan tempat ibadah, akan kita drop, kita perjelas, tambahi, agar kita makin mudah jalankan ibadah. Dan jika harus didrop, apa cantolannya, pegangan untuk kita dirikan tempat ibadah. Tidak boleh, menurut pandangan saya, pendirian tempat ibadah tanpa aturan. Tetap harus diatur, bukan dalam kerangka mempersulit,” ungkap Yaqut.

Dalam isi artikel yang dibagikan Abu Janda tersebut, Menag Gus Yaqut juga menyampaikan bahwa terdapat beberapa faktor penghambat izin mendirikan tempat ibadah. Bahkan bisa saja karena faktor oknum di dalam Kemenag itu sendiri.

“Tentu banyak faktor, bisa jadi karena faktor soal pemahaman tidak toleran, komitmen pemerintah setempat yang tidak klir soal pendirian tempat ibadah atau bisa karena oknum-oknum di Kemenag yang membuat perizinan ini sulit. Terkait SKB 2 menteri secara kekuatan ini tidak memiliki kekuatan hukum yang kuat, yang asertif tidak ada SKB 2 menteri ini. Jadi sulit untuk ditegakkan,” ujarnya.

Bagikan