Cegah Sebaran Covid-19, Pemerintah Kecamatan Tammero’do Sendana Mengadakan Rapat Pembatasan Pasar

Terkini. id, Majene – Pemerintah Kecamatan Tammero’do Sendana mengadakan rapat tentang pembatasan Pasar Tradisional Pellattoang dalam mencegah meluasnya penyebaran virus Corona pada Kamis, 14 Mei 2020 di Aula Kantor Kecamatan Tammero’do Sendana, Kabupaten Majene.

Kepala Camat Tammero’do Sendana yang membuka rapat tersebut yang dihadiri oleh sejumlah kepala desa se-kecamatan Tammero’do Sendana, 3 kepala pasar (Tammero’do Sendana, Sendana dan Tubo Sendana) serta perwakilan pemuda dan mayarakat.

Kepala Camat Tammero’do Sendana mengapresiasi untuk semua undangan yang telah menyempatkan hadir dalam rapat untuk membahas pembatasan pasar dalam mengurangi persebaran Covid-19.

Baca Juga: Akun Bobby Andhika Unggah Foto Jokowi dan Ganjar Sedang Nyapu:...

“Sebelumnya, para pemuda telah melakukan uji coba pembatasan pasar pellattoang sejak 2 Mei lalu dan sudah di uji coba sebanyak 3 (tiga) kali. Saya harap ada aturan yg diterapkan langsung oleh pemerintah setempat sebagai dasar seperti maklumat dalam menerapkan pembatasan pasar,” ujar Andi Dwi Sasmianto, salah satu pemuda yang hadir dalam rapat tersebut.

“Menurut saya, uji coba pembatasan pasar yang dilakukan itu belum total pelaksanaannya dan termasuk pelanggaran karena belum ada himbauan jelas dari pemerintah setempat tentang pembatasan pasar,” ujar Thaib salah satu Bhabinkabtimnas Desa Tammerodo dan Desa Tammerodo utara yang ikut dalam rapat pembatasan pasar.

Baca Juga: Brigadir Ricky Jadi Tersangka Kasus Brigadir J, Warganet Kasihan: Cuma...

“Namun terkait wabah Covid-19 saya sekedar mengawal aspirasi masyarakat tentang pembatasan pasar. Jadi sangat diperlukan suatu aturan khusus yang di terapkan oleh pemerintah untuk mendasari pelaksanaan pembatasan pasar tersebut,” tegasnya lagi.

Sementra itu, Abdul Azis selaku moderator pada rapat tersebut menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan pembatasan pasar untuk mengurangi kerumunan warga di di 3 titik lingkungan pasar yaitu pasar di Kecamatan Tammero’do Sendana, Pasar Sendana dan pasar di Tubo Sendana. Pasar tetap berjalan dengan himbauan semua pelaku pasar baik itu penjual atau pun pengunjung pasar tetap menjalankan sosial distancing dan mengenakan masker saat pergi ke pasar.

Selain itu pembatasan pasar ini juga mengatur jam opersional pasar hanya sampai jam 11.00 WITA. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran penularan Covid-19.

Baca Juga: Brigadir Ricky Jadi Tersangka Kasus Brigadir J, Warganet Kasihan: Cuma...

“Pemerintah pasar juga diharapkan untuk bekerja sama dengan aparat desa se-kecamatan Tammero’do Sendana untuk mengutus 5 orang perwakilan desa sebagai relawan untuk menjalankan pembatasan pasar,” pungkas Azis.

“Kita juga tidak bisa menutup pasar secara total karena akan berdampak pada kelumpuhan perekonomian,” tegas Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) mengakhiri diskusi pada rapat pembatasan pasar di Kecamatan Tammero’do Sendana.

Bagikan