Menemukan Surga Kecil di Bukit Leppangeng

Terkini.id, Sidrap РWaktu menunjukkan pukul 16.25 Wita saat mobil Sekretaris Kecamatan Pitu Riase Jemmy Harun, bersama harus berhenti sejenak di sebuah tanjakan panjang.

Berkali-kali mobil mundur dan mencoba maju, tapi tetap saja mobil Suzuki Katana dirakit tidak mampu mendaki.

Beruntung saat itu ada warga setempat yang melalui jalan tersebut. Terpaksa mobil ditarik beramai-ramai sampai ke ujung tanjakan.

Di puncak tanjakan, mobil diistirahatkan sejenak untuk mendinginkan mesin. Setelah itu mobil kembali melaju di tanjakan berikutnya. Jalanan yang dilalui sebagian sudah dicor beton, sebagian lagi masih pengerasan.

Setelah melalui beberapa tanjakan rumit, mobil diparkir di sebuah perbukitan. Di lokasi ini pemukiman warga sudah terlihat.

Dusun 1 Bola Petti, Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase berjarak hanya sekitar setengah kilometer lagi. Hanya saja perjalanan rombongan Sekcam Pitu Riase ini masih harus menempuh jarak sekitar 6-7 kilometer lagi. Rencananya rombongan akan menginap di rumah Sekretaris Desa Leppangeng, Siduman.

Namun untuk ke rumah Sekdes, medannya semakin berat. Apalagi malam sebelumnya turun hujan, membuat jalanan yang sudah dapat proyek pengerasan sekitar satu tahun ini sulit di lalui dengan mobil.

Terpaksa perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan roda dua. Warga setempat dengan suka rela membonceng Sekcam dan rombongan ke Dusun Pasang Ridi, lokasi untuk menginap.

Suasana mulai gelap saat melalui pendakian yang sangat terjal. Meski sudah pernah dapat proyek pengerasan, namun kondisi jalan saat ini sudah mengalami kerusakan yang sangat parah.

Sangat sulit menemukan ponakan ban tepat untuk motor, karena bagian tengah, kiri dan kanan dipenuhi lubang akibat air hujan. Bagian terparah kebanyakan di bagian tengah. Aliran air hujan mengikis pasir dan bebebatuan sebagian material pengerasan, sehingga tidak ada yang tersisa membuat jalanan semakin licin. Apalagi ketika dalam kondisi hujan.

Diperlukan nyali dan ketangkasan khusus berkendara dijalan ini. Karena jika salah sedikit saja, pengendara bisa terjungkal di jurang. Atau jika terjatuh pasti akan terseret ke dasar pendakian.

Baru berjalan sekitar 2 kilometer, pinggang sudah terasa pegal karena tegang melalui jalan yang sangat ekstrim. Karena waktu magrib telah tiba, rombongan singgah di sebuah rumah warga di pertigaan jalan. Di sebuah pendakian, rombongan sempat merasakan suasana di pesawat pada malam hari. Di sisi kiri jalan, tampak di kejauhan, gemerlap lampu kita yang menghampar. Menandakan bahwa lokasi saat itu betul-betul berada di ketinggian.

Jalanan masih terus mendaki. Setelah beberapa saat, rombongan tiba di sebuah rumah panggung sekitar pukul 19.45 wita.

Habis menempuh jalanan yang cukup badan remuk dan menyisakan rasa lelah yang sangat membuat tidur malam itu cukup nyenyak.

Keesokan harinya, rasa lelah menempuh perjalanan yang menantang terbayar dengan pemandangan luar biasa yang disuguhkan alam sekitar.

Saat pagi menjelang, hamparan awan terlihat jelas berada di dataran rendah. Rombongan betul-betul menikmati suasana berada di atas awan.

“Ternyata negeri di atas awan itu bukan mitos. Sekarang saya telah menyaksikannya langsung. Awannya berada jauh di bawah kita,” ungkap Jemmy Harun.

Jimmy mengaku takjub melihat fenomena alam yang sangat indah tersebut. “Ini bukti kekuasaan Tuhan, bahwa di tempat terpencil ini ada ‘surga’ tersembunyi. Belum banyak yang tahu bahwa di Desa Leppangeng ini ada pemandangan menakjubkan.

Gunung yang menjulang yang kita saksikan dari Kota, di Desa ini ternyata justru berada di bawah kita. Ini yang membuat pemandangan semakin indah,” papar mantan Kabid Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Sidrap ini.

Untuk itu Jemmy berharap warga Sidrap maupun luar Sidrap yang ingin menyaksikan keindahan panorama alam bisa berkunjung ke Desa ini. Hanya saja memang kondisi jalan yang menjadi kendala.

Namun selama ini pemerintah setempat telah berupaya keras untuk membangun jalanan tersebut secara bertahap. Terbukti sepanjang perjalanan sudah banyak beton, rabat beton dan pengerasan sudah sampai di wilayah perkampungan, hanya saja kondisinya sudah banyak yang rusak terkikis air di musim hujan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Sidrap

Pemkab Sidrap Bentuk Empat SKPD Baru

Terkini.id, Sidrap - DPRD Kabupaten Sidrap, menggelar rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan atas dua Rancangan Peraturan Daerah, Jumat 21 Juni 2019. Rapat di Ruang