Mengaku mantan Gubernur Sulbar, seorang Redaktur di Makassar nyaris kena tipu

Redaktur salah satu media cetak, Nasrun Nur memperlihatkan isi SMS penipuan berkedok minta pulsa. /Nasruddin

TERKINI.id — Redaktur salah satu media cetak di Makassar, Nasrun Nur nyaris menjadi korban penipuan minta pulsa dengan mengaku sebagai Mantan Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh.

Kepada Makassar Terkini, Nasrun menceritakan kronologisnya, awalnya ia disapa melalui SMS dari nomor 08126469792. “Siang pak Nas,lg dimanakah masih sibuk gak,” isi SMS.

“Mss di rumah,” jawab Nasrun membalas SMS itu.
Pelaku kembali mengirimkan SMS dan mengaku sebagai Mantan Gubernur Sulbar. “Ini no pribadi sy. H.Anwar Adnan Saleh,”

Ketika itu Nasrun, terkejut karena pelaku mengaku sebagai Anwar Adnan Saleh dengan nomor yang baru. Padahal dia masih menyimpan nomor telepon Anwar.

“Saya kaget ketika dia mengaku sebagai pak Anwar, tetapi saya tetap balas. Oh siap kanda.. apakabar, semoga sehat selalu. Saya masih menyimpan tiga nomor telpon ta, tabe. Seperti itu,” kata Nasrun.

Kecurigaan itu belum muncul, sebab pelaku mengajaknya untuk pertemuan perencanaan ke rumah almarhum Mantan Wakil Gubernur Sulsel, H Amri Sanusi di Jalan Urip Sumiharjo, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat.

“Tetapi saya membalas. Saya ini di Makassar, kalau ada pertemuan seperti itu, nanti saya kabarkan wartawan yang bertugas di Sulbar supaya bisa dibackup pemberitaannya,” ungkap Nasrun.

Tidak lama itu, pelaku kembali mengirim pesan dengan meminta pulsa 300 ribu.

“Jika gk ngerepotin tlg adik handa bantu saya sebentar talangi saldo pulsa simpati 300 rb untuk no bpk Hadi, Harun dan Hamzah. Setelah adinda isikan pls ke beliau2, segera adik handa merapat ke alamat yang saya tentukan. 081283577027. 081327957799. 082294196301. Sekalian ke no sy jg. Skali lg maaf sy sd merepot kan adik anda,” isi SMS minta pulsa.

Nasrun pun menaruh kecurigaan terkait isi SMS yang meminta pulsa.

“Masa mantan gubernur minta pulsa sama saya. Saya tidak gubris lagi sms itu. Bahkan saya sempat ditelpon dan sempat bicara sebentar, lalu saya matikan karena saya anggap penipuan ini. Karena sayat tahu persis suaranya pak Anwar karena saya tiga tahun bertugas di Sulbar,” ujarnya.

Kejadian itu, Nasrun berharap agar masyarakat lebih hati-hati jika menghadapi penipuan seperti yang ia alami.

Berita Terkait
Komentar
Terkini