Mengenal Awal Mula Tradisi Barazanji di Sulawesi Selatan

Barazanji Sulawesi Selatan
Tradisi Barazanji di Sulawesi Selatan

Terkini.id – Ketika seseorang hendak menunaikan ibadah haji, biasanya diadakan syukuran. Oleh masyarakat Sulawesi Selatan, lantunan doa dan puij-pujian (shalawat) kepada Nabi Muhammad SAW yang dilakukan secara bersama-sama dalam ritual tersebut, lebih dikenal dengan nama barzanji.

Awal mulanya, barazanji berasal dari sebuah nama kampung di Arab. Saat itu digelar sayembara membuat syair keagamaan. Akhirnya, nama kampung ini menjadi gelar untuk pemenang sayembara tersebut, Jafar AI-Barazanji.

Ada pula versi lain yang mengatakan barazanji adalah sebuah karya sastra Arab, dalam bentuk syair, yang berisikan ringkasan sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Bagaimanapun asal muasalnya, pada akhirnya, barazanji menjadi sebuah kegiatan ritual yang kemudian menjadi tradisi oleh masyarakat Sulawesi Selatan. Entah saat hendak menunaikan ibadah haji, pindah rumah, maulid Nabi atau acara lainnya.

Barazanji

Pada acara-acara tertentu, barazanji menjadi agenda pokok yang selalu dilakukan oleh sebagian masyarakat. Pelaksanaannya tidak memiliki hari-hari khusus, tapi pada komunitas tertentu barazanji dilakukan pada setiap malam jum’at.

Biasanya, barazanji dilakukan secara berkelompok. Kelompok tersebut membuat formasi melingkar sambil melafadzkan bacaan shalawat kepada Nabi.

Pada bacaan tertentu (kalimat inti) dalam barazanji, anggota (pembaca shalawat) harusnya berdiri, sebagai penghargaan terhadap perjuangan Nabi.

Dalam formasi lingkaran tadi, tersedia berbagai macam makanan yang akan disantap setelah usai prosesi barazanji. Makanannya pun beraneka ragam, mulai dari songkolo’ (beras ketan) dilengkapi telur sebagai pelengkap, lauk pauk dan jenis kue-kue tradisional khas Makassar.

Barazanji

Pada bagian akhir prosesi ini, dilakukan doa bersama agar si calon haji dapat kembali dalam keadaan sehat. Bagi yang merayakan acara kelahiran, mereka mengharapkan agar anaknya kelak menjadi anak yang baik, berbakti pada orang tuanya, dan taat beragama.

Barazanji dilakukan untuk mencapai i’tikad (maksud) yang diinginkan. Tentunya dengan mengharapkan doa restu dari seluruh keluarga ataupun kerabat-kerabatnya, agar senantiasa dalam lindungan tuhan.

Penulis : Hapsah Maralla

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Pengusaha Terseret

ACARANYA makan siang. Dengan delapan pengusaha besar di Jakarta. Hanya makan siang. Masakan Italia. Di Shangri-La Hotel.Saya memanfaatkannya untuk survei kecil-kecilan. Saya tanya mereka
Opini

Bangga Claudia

WARTAWAN Radar Cirebon saya minta ke Grage City Mall. Ke lantai 2. Di situ ada gerai cepat saji. Namanya sangat masa kini: Pota Friend."Tutup
Opini

Produksi Garam Jeneponto Semakin Merosot

GARAM merupakan bumbu masak yang paling sering digunakan oleh ibu rumah tangga. Tidak lengkap rasanya jika suatu masakan tidak ditambahkan garam. Berbicara mengenai garam,
Opini

Putusan Ayodhya

Satu masjid.Ribuan orang tewas.Entah masih akan berapa ribu lagi.Tergantung apa yang akan terjadi berikutnya. Setelah ada putusan mahkamah agung Sabtu kemarin.Ini bukan sembarang masjid:
Opini

Ibu Kota Sepaku

SAYA ke ibu kota Indonesia. Sabtu kemarin. Setelah acara wisuda di Universitas Mulia Balikpapan.Ke sebelah mananya?Ke pinggirnya.Belum bisa ke tengahnya? Belum ada jalan ke
Opini

Ikut Ribut Tentang Cadar dan Cingkrang

WACANA melarang ASN memakai celana cingkrang dan cadar, menjadi bola panas. Sepekan sudah masalah ini jadi polemik. Berkepanjangan, digoreng sana-sini, dikomentari ragam kalangan.Padahal, aturan
Opini

Anies Baswedan dan Partai Nasdem

ANIES mengatakan bahwa dia hadir di Kongres Nasdem karena posisinya sebagai Gubernur DKI. Yang kebetulan kongres diadakan di Jakarta, maka wajarlah dia hadir. Saya sudah
Opini

Promosi dan Demosi Jabatan

MELIHAT praktik penyelenggaraan pemerintahan khususnya pemerintahan daerah, sepertinya pembinaan dan pengembangan karir dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni; pegawai negeri sipil atau PNS oleh
Opini

Garis Pendek, Garis Panjang

SUATU hari filsuf agung Ariestoteles masuk ke dalam kelas dan memberikan sebuah tantangan kepada murud-muridnya. Ia menggambar sebuah garis lurus di papan tulis, kemudian
Opini

Tentang Kasus Penyiraman Air Keras

BELAKANGAN ini terutama beberapa hari ini banyak sekali beredar opini seputar kasus Novel Baswedan (NB).Saya tidak mau menanggapinya. Karena itu pendapat dari para influencer.