Mengenal “Kopi Apa”, Musisi Jalanan Makassar dan Sang Inspirator Sejati

Musisi Jalanan
Mengenal "Kopi Apa", Musisi Jalanan Makassar dan Sang Inspirator Sejati

Terkini.id – Apa yang muncul di benak kalian, ketika kalian mendengar kata “Musisi Jalanan”? Pasti hal-hal yang akan muncul di benak kalian adalah anak-anak jalanan, orang tidak berpendidikan, pengangguran, dan memiliki perekonomian rendah.

Tetapi, pernahkah kalian membayangkan ada musisi jalanan yang memiliki wawasan luas, suka memberi kasih sayang, mengerti masalah sosial dan ekonomi serta merangkul anak-anak jalanan menjadi sebuah keluarga? Tentu kalian akan sulit membayangkan hal yang seperti itu.

Di sini saya merasa beruntung karena saya menemukan semua hal itu. Bersama “Kopi_Apa” yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar. Mereka melakukan live acoustic hingga menggelar lapak buku di pinggir jalan.

Kopi_Apa

Di dalam persepsi masyarakat yang berkembang saat ini, anak-anak jalanan itu tidak berharga. Masyarakat hanya mampu menilai seseorang dari pekerjaan dan status yang mereka miliki.

Namun kenyataannya, di sini mereka memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi serta kreatifitas yang luar biasa, dan dapat disebut sang musisi sejati.

Tidak hanya sekedar bernyanyi dan memainkan alat musik. Para musisi ini berani membuka pikiran dan mata kita dalam melihat dunia. Membuka forum-forum diskusi bebas untuk mengasah kemampuan kita berbicara dan mengeluarkan pendapat.

Mereka memiliki wawasan yang sangat luas, ilmu yang mereka berikan sulit kita dapatkan di bangku sekolah. Bahkan seorang penulis dapat dilahirkan dari lingkungan mereka dan berhasil menerbitkan sebuah buku “Cerita Kusam”.

Kopi_Apa

Tak hanya itu, mereka juga mampu melaksanakan tugas mulia, berkampanye ke masyarakat agar lebih mencintai literasi dengan menggabungkan kopi, musik, dan buku secara bersamaan.

“Ilmu itu seperti angin yang didapat dari mana saja,” kalimat ini sangat tepat menggambarkan mereka, yang memiliki pola pikir lebih terbuka dan realistis di zaman yang serba hedon seperti saat ini. Merekalah sang musisi dan inspirator sejati.

Penulis : Riza (Mahasiswa Jurnalistik Angkatan 2018 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)

Berita Terkait
Komentar
Terkini