Masuk

Mengenal Laporan Posisi Keuangan: Pengertian, Fungsi, Contoh dan Cara Mengelolanya

Komentar

Terkini.id – Laporan posisi keuangan atau disebut juga statement of financial position merupakan istilah lain yang sering digunakan untuk menyatakan balance sheet. Seperti yang sudah diketahui, laporan ini mencakup kondisi harta (aset), kewajiban, dan modal pada waktu tertentu.

Informasi dalam statement of financial position dapat dimanfaatkan untuk berbagai analisis keuangan. Misalnya, membandingkan utang dengan kondisi harta atau aset saat ini.

Sebelum membahas lebih jauh terkait fungsi atau contoh laporan posisi keuangan, mari kita samakan persepsi terkait pengertiannya terlebih dahulu!

Pengertian Laporan Posisi Keuangan

Baca Juga: Kerangka Audit Syariah dan Tata Kelola Lembaga Keuangan Syariah

Laporan posisi keuangan adalah laporan yang terkait posisi keuangan perusahaan dan bersifat sistematis. Laporan ini berlaku untuk berbagai jenis perusahaan, baik perusahaan jasa, dagang, maupun manufaktur.

Secara singkat, laporan posisi keuangan dapat diartikan sebagai ringkasan dari kondisi aset, liabilitas, serta ekuitas sebuah bisnis atau perusahaan. Dalam suatu kondisi tertentu, statements of financial position juga sering disebut dengan neraca atau balance sheet.

Informasi-informasi yang dicantumkan di dalam neraca dikenal dengan sebutan akun. Tiap-tiap akun akan diurutkan berdasarkan likuiditasnya. Jadi, nomor urut awal akan menunjukkan berbagai kelompok akun yang paling likuid, lalu disusul dengan tingkat likuiditas yang lebih rendah, berurut sampai yang paling tidak likuid.

Fungsi Laporan Posisi Keuangan

Baca Juga: KONI Makassar Raih Predikat WTP Soal Laporan Keuangan

Sebagian dari kamu mungkin bertanya-tanya, mengapa kamu perlu membuat statement of financial position? Apa sebenarnya fungsi laporan posisi keuangan?  Berikut ini penjelasannya.

1. Mengetahui kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu

Laporan ini mewakili posisi keuangan suatu perusahaan pada waktu tertentu. Umumya, waktu yang dimaksud adalah hari terakhir dari periode pelaporan. Dari laporan ini, kamu bisa memiliki pemahaman tentang kesehatan keuangan bisnis pada tanggal tertentu.

Sebagai contoh, kamu menutup periode akuntansi pada 31 Juli 2022. Kondisi utang, aktiva, dan modal dari bisnis yang kamu jalankan dapat dilihat melalui statement of financial position pada tanggal tersebut.

Baca Juga: Penjabat Sekda Gowa Harap Laporan Keuangan Selesai Cepat

2. Dasar untuk membuat kebijakan strategis

Dengan mengetahui kondisi unsur-unsur keuangan yang ada di neraca, kamu bisa membuat pertimbangan tertentu bagi bisnis. Data ini sangat berharga supaya kamu dapat menghasilkan kebijakan strategis untuk operasional bisnis.

Sering kali, balance sheet membantu tim manajemen suatu bisnis untuk melacak posisi keuangan perusahaan dan mengambil langkah-langkah perbaikan. Harapannya, performa keuangan perusahaan bisa lebih baik pada periode berikutnya.

3. Membantu investor dan stakeholder lain melakukan analisis

Selain menjadi dasar pertimbangan manajemen, informasi yang terkandung dalam laporan tersebut membantu investor dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemegang saham dan pemerintah untuk menganalisis keuangan perusahaan.

Tentunya, analisis ini menjadi dasar pengambilan keputusan investasi. Selanjutnya, investor juga dapat membandingkan laporan posisi keuangan akhir tahun dengan laporan tahun sebelumnya untuk mengetahui seberapa besar penyimpangan yang terjadi.

Angka-angka dalam laporan tersebut dapat memberi mereka pemahaman tentang bagaimana kinerja perusahaan. Neraca perusahaan juga dapat dibandingkan dengan perusahaan lain yang bekerja di industri serupa dalam rangka mengetahui apakah perusahaan mempunyai performa lebih baik dari perusahaan lain.

Format Laporan Posisi Keuangan

Dalam menyajikan statement of financial position, setidaknya ada dua format yang dapat kamu gunakan. Pertama, kamu bisa memilih format staffel. Di samping itu, format skontro dapat menjadi alternatif.

Terlepas dari format neraca yang dipilih, kamu tetap perlu berpegang pada prinsip utama dalam laporan posisi keuangan yaitu jumlah total aset harus sama dengan jumlah total liabilitas ditambah dengan ekuitas. Bila dicatat dalam bentuk rumus matematika akan terlihat seperti berikut ini:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Sekarang, mari kenali karakteristik masing-masing format tersebut supaya kamu bisa memilih format yang paling sesuai.

1. Format staffel

Statements of financial position bentuk staffel adalah laporan keuangan yang disajikan secara vertikal. Dengan kata lain, setiap pos aset akan dilaporkan pada bagian paling atas diikuti dengan berbagai pos liabilitas dan ekuitas pemilik saham.

2. Format skontro

Berbeda dengan format staffel, dalam format skontro, pos aset, kewajiban, serta ekuitas pemilik saham akan disajikan secara berdampingan. Pos aset akan diletakkan di sisi kiri, sedangkan di sisi kanannya akan dicatat pos kewajiban dan ekuitas.

Komponen Laporan Posisi Keuangan

Sebelum menilik cara membuat statement of financial position dan contohnya, kamu juga perlu mengetahui komponen yang terlibat di dalamnya. Seperti yang telah disebutkan, laporan keuangan ini memiliki tiga komponen utama, yakni:

1. Aset

Aset adalah kekayaan yang dimiliki oleh bisnis atau perusahaan. Umumnya, aset terdiri dari kas, piutang, biaya yang dikeluarkan di muka, serta aset tetap. Di dalam statement of financial position, aset tetap berada di dalam neraca disajikan sebesar nilai bukunya.

2. Liabilitas

Jika aset merupakan kekayaan perusahaan, liabilitas adalah kewajiban yang menjadi tanggungan yang harus diselesaikan oleh pihak perusahaan. Liabilitas ini mungkin perlu diselesaikan oleh perusahaan dalam jangka waktu pendek atau panjang. Contoh sederhana dari kewajiban utang jangka panjang adalah pendapatan yang diterima dimuka dan utang pada pihak ketiga.

3. Ekuitas

Sementara itu, ekuitas adalah modal bisnis yang dimanfaatkan dalam melakukan operasional ataupun kegiatan perusahaan. Sebagai contoh, modal disetor dan laba ditahan.

Contoh Laporan Posisi Keuangan

Sudah bukan rahasia lagi, bisnis bisa bergerak di aneka sektor dengan jenis perusahaan yang beragam. Beberapa di antaranya mungkin merupakan perusahaan dagang, sedangkan sebagian lainnya adalah perusahaan jasa atau manufaktur.

Meskipun bergerak di bidang yang berbeda, format dan bentuk neraca dari tiap- tiap perusahaan tersebut sama. Adapun perbedaan mungkin terjadi pada jenis pos transaksi yang mungkin hanya terdapat pada jenis perusahaan tersebut saja.

Contohnya, berbagai pos barang dalam proses serta harga pokok produksi yang hanya ada di dalam perusahaan manufaktur. Akan tetapi, secara umum cara membuat laporan posisi keuangan mengikuti langkah yang serupa seperti di bawah ini:

  • Langkah pertama, kamu perlu mengidentifikasi dan menganalisis transaksi keuangan perusahaan.
  • Lakukan pencatatan serta klasifikasi jurnal transaksi keuangan perusahaan.
  • Pindahkan atau posting hasil pencatatan jurnal ke dalam buku besar.
  • Siapkan neraca saldo berdasarkan buku besar yang ada.
  • Susun kertas kerja kolom berdasarkan buku besar tersebut.
  • Buat statements of financial position berdasarkan kertas kerja kolom.

Supaya lebih jelas, mari lihat contoh laporan posisi keuangan berikut ini.

Contoh:

Sebuah perusahaan dagang PT XYZ mempunyai dana kas, piutang, dan persediaan dengan jumlah total Rp2.544.725. Perusahaan tersebut juga memiliki investasi pada entitas bisnis lain sejumlah Rp4.818.419.

Sementara itu, terdapat utang pajak dan utang bank jangka pendek yang perlu dibayarkan sebesar Rp2.001.461. Perusahaan juga perlu membayar Rp162.940 sebagai bagian dari utang jangka panjang. Dari penjumlahan modal saham serta tambahan modal yang disetor diperoleh angka Rp5.198.743.

Penyelesaian:

Berdasarkan langkah cara membuat statement of financial statement, pertama kita perlu mengklasifikasikan transaksi terlebih dahulu. Kas, piutang, persediaan, dan PPN adalah contoh dari aset lancar. Di sisi lain, investasi pada bisnis lain, aset tetap, serta beban yang ditangguhkan merupakan bagian aset tidak lancar.

Selanjutnya, perusahaan tersebut memiliki liabilitas jangka pendek yang terdiri dari utang bank jangka pendek dan utang pajak. Selain itu, beban akrual, beban pembiayaan konsumen, serta utang obligasi juga termasuk ke dalam liabilitas jangka pendek.

Sebaliknya, tentu utang jangka panjang merupakan bagian dari liabilitas jangka panjang bersama dengan utang sewa pembiayaan, penghasilan ditangguhkan, dan lainnya.

Kemudian, dari penjelasan di atas, kita mengetahui bahwa perusahaan juga memiliki ekuitas dari modal saham serta tambahan modal yang disetor.

Dengan format staffel, kamu dapat menyusun laporan posisi keuangan sebagai berikut:

PT XYZ
Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 20XX
 

Jumlah aset lancar

2.544.725

Jumlah aset tidak lancar

4.818.419

JUMLAH ASET

7.363.144

Jumlah liabilitas jangka pendek

2.001.461

Jumlah liabilitas jangka panjang

162.940

Jumlah liabilitas

2.164.401

Jumlah ekuitas

5.198.743

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS

7.363.144

Kesimpulan

Seperti yang sudah diketahui, dalam akuntansi terdapat berbagai macam laporan keuangan. Jenis laporan yang menyajikan posisi harta, utang, dan modal disebut sebagai laporan posisi keuangan atau neraca. Dalam istilah asing, kamu akan menemui sebutan balance sheet atau statements of financial position.

Kelola Laporan Posisi Keuangan Secara Otomatis dengan Jurnal by Mekari

Jurnal by Mekari merupakan software akuntansi online dengan laporan keuangan seperti neraca keuangan, arus kas, laba-rugi, dan lainnya. Tujuan Jurnal by Mekari adalah memudahkan pembukuan serta proses akuntansi pemilik bisnis.

Semua perusahaan dan pengusaha pasti menginginkan administrasi yang berjalan baik sementara masih banyak perusahaan yang kesusahan untuk mengelola administrasi yang baik, untuk itulah Jurnal by Mekari hadir sebagai Simple Online Accounting Software untuk menunjang kesuksesan pebisnis.

Dengan menggunakan Jurnal by Mekari, maka lebih menghemat waktu proses administrasi dan operasional, dengan harga yang efisien, efektif dan cepat. Karena itu, pebisnis bisa lebih fokus untuk mengembangkan usahanya.

Jurnal by Mekari bisa diakses secara fleksibel, untuk berbagai perangkat dan kapan saja, selama terhubung dengan internet. Menggunakan software akuntansi ini menjadikan pengguna lebih mudah dalam membuat invoice atau faktur, mengecek inventori, serta membuat laporan keuangan.

Jadi, Jurnal by Mekari menjadikan pembuatan laporan keuangan perusahaan lebih mudah, aman, cepat, nyaman, dan datanya bisa diakses secara real-time. Menariknya, Jurnal by Mekari telah memiliki keamanan berstandar tinggi, ISO 27001, setara dengan bank, sehingga keamanan data perusahaan terjamin.

Selain itu, Jurnal memiliki banyak fitur didalamnya seperti:

  • Fitur pembelian di mana didalamnya terdapat fitur purchase order dan invoice dengan rinci dan lengkap.
  • Pembuatan faktur dan perhitungan pajak otomatis.
  • Cash link.
  • Pembuatan laporan keuangan dan masih banyak lagi fitur lainnya.
  • Manajemen Stok

Dengan menggunakan Jurnal, Anda juga dapat mengakses data secara realtime, kapan pun dan di mana pun. Nikmati kesempatan free trial aplikasi catatan keuangan Jurnal selama 14 hari.