Mengenal Pola Pendidikan Anak Suku Bugis

Anak suku Bugis

Terkini.id – Pendidikan merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Makanya proses anak itu harus dimulai sejak usia dini. Bukan hanya melalui pendidikan formal, tapi juga non formal.

Membiasakan diri dan mengembangkan pola pikir anak mutlak diperlukan. Sejak dahulu suku Bugis telah memiliki pola tersendiri untuk mendidik anak, ini yang kemudian membentuk karakter khas masyarakat di Sulawesi Selatan.

Budaya Bugis senantiasa memberikan penanaman karakter khas kepada para keturunannya, sehingga dikenal memiliki tata krama dan norma-norma yang menjadi ciri khas masyarakat. Suku bugis juga diketahui memiliki etos dan karakter kuat, serta populasinya berada di mana-mana.

Karakter keluarga Bugis menurut kebanyakan orang bersifat otoriter. Namun ke otoriteran itu bukan menurut pemaknaan aslinya, tetapi kedisplinan dan ketaatan untuk tidak melakukan hal yang tidak biasanya, atau diluar unsur kebiasaan. Tidak melakukan hal-hal yang melanggar norma dan asas-asas beretika, yang berlandaskan dari kebiasaan suku Bugis.

Begitupun dengan gaya mendidik anak. Kedisiplinan yang ketat mengajarkan anak untuk menjadi orang-orang yang nantinya bisa cepat mandiri atau dapat mengatur hidupnya sendiri.

Kedisiplinan juga menjadikan bekal moril kepada anak agar dapat lebih bertanggung jawab dan berfikir positif dalam keseharian.

Bekal-bekal lain yang tersirat dalam etos kedisiplinan dalam gaya mendidik masyarakat Bugis adalah budaya siri’ atau bagaimana menjaga nama baik keluarga.

Nilai-nilai yang dapat dihasilkan adalah bagaimana pola pemikiran anak dan proses orangtua memberikan pengertian kepada anak, membuatnya lebih bertanggung jawab atas etika dan penanaman karakter yang lebih matang. Dengan demikian pola struktural pemikiran anak akan lebih baik.

Lain lagi dalam hal keagamaan. Masyarakat Bugis cenderung patuh dalam pelaksanaan ajaran agama. Hal ini jelas terlihat dari acara-acara yang dilaksakan, memiliki nilai religius sebagai landasannya, seperti; maccera’ (akikah), panre temme’ (tamat alqur’an) dan tama bola’ (memasuki rumah baru).

Orang Bugis kebanyakan telah menanamkan pada anak, apabila telah bersekolah, harus juga mengaji atau mulai mempelajari dasar ilmu agama.

Artikel ini telah terbit di Majalah Makassar Terkini

Komentar

Rekomendasi

Gubernur Anies Sebut Perayaan Cap Go Meh Perkuat Persatuan Warga

Cheng Ho, Bahariawan Muslim Tionghoa yang Berjasa Sebarkan Islam di Nusantara

Opera Beijing, Seni Mahakarya Tiongkok yang Diakui Dunia

Dicekal Orba, Saat Ini Barongsai Lebih Banyak Dimainkan Non Tionghoa

Tionghoa Indonesia, Asimilatif Sejak Migrasi Nenek Moyang Tiongkok ke Nusantara

Unik, Ini Sejarah Taucang Kuncir Khas Tiongkok Era Dinasti Qing

Patung Singa Khas Tiongkok, Makna bagi Masyarakat Tionghoa

Asimilasi Tionghoa Makassar Tempo Doeloe, Makan Nasi Aking hingga Binatu Keliling

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar