Mengenal Sosok Abebe Bikila, Juara Dunia Marathon yang Berlari Tanpa Alas Kaki

Terkini.id, Makassar – Sosok pelari dunia Abebe Bikila mulai terkenal setelah memenangkan medali emas maraton dalam ajang Olimpiade 1960 di Roma, Italia.

Hal yang mengejutkan publik ketika itu, Bikila memenangkan kejuaraan tersebut tanpa mengenakan sepatu alias tanpa alas kaki.

Putra dari Bikila, Teferi, menceritakan sosok mendiang ayahnya tersebut saat menjuarai Olimpiade 1960 di Roma.

“Dia memenangkan maraton Roma dengan kaki telanjang, dan tak ada seorang yang melakukan itu sebelumnya atau sejak saat itu. Hal yang penting untuk menghormati warisannya,” kata Teferi, seperti dilansir Daily Mail pada 10 Februari 2015.

Mungkin Anda menyukai ini:

Kala berlomba di Roma, Bikila bukannya tak memiliki sepatu. Ia dibekali sepatu oleh Adidas yang menjadi sponsor dalam ajang olimpiade itu.

Namun, Bikila tak nyaman. Menurutnya, sepatu lari yang ia pakai membuat lecet. Beberapa jam sebelum perlombaan dimulai, Bikila pun memutuskan untuk berlari dengan kaki telanjang.

Akhirnya Bikila sukses. Dia berhasil mencapai garis akhir dalam waktu dua jam 15 menit 16 detik. Capaian lebih cepat hingga delapan menit dari rekor sebelumnya.

Di belakang Bikila dalam lomba itu adalah pelari asal Maroko Rhadi ben Abdeselam. Abdelselam yang menggunakan sepatu itu tertinggal 25 detik di belakang Bikila.

Di urutan ketiga adalah pelari Australia, Barry Magee, dengan selisih waktu dua menit dua detik dari Bikila.

Empat tahun kemudian Bikila kembali bertanding dalam Olimpiade di Tokyo Olimpiade di Tokyo. Kali ini ia mengenakan sepatu dalam lomba maraton di sana. Ia juga menang di sana. Kemenangan itu membuktikan Bikila adalah raja maraton dengan atau tanpa sepatu.

“Saya ingin dunia tahu bahwa negara saya, Ethiopia, selalu menang dengan determinasi dan heroisme,” demikian kutipan terkenal dari Bikila.

Abebe Bikila lahir pada 7 Agustus 1932 dalam sebuah komunitas kecil di Jato, yang terletak sekitar 25 km di luar kota Mendida, Ethiopia. Ia lahir tepat saat penyelenggaraan Olimpiade musim panas di Los Angeles tahun 1932.

Ketika beranjak besar, Bikila membantu pendapatan keluarganya dengan menjadi pengawal pribadi anggota keluarga kerajaan. Untuk dapat sampai ke tempat kerjanya, ia harus berjalan sepanjang 20 kilometer.

Pada 1969, sebuah kecelakaan mobil membuatnya lumpuh sehingga harus menjalani hidup di atas kursi roda. Bikila wafar pada 25 Oktober 1973.

Bagikan