Masuk

Mengenal Teori-teori Perdagangan Internasional, Sebuah Teori yang Membuat Indonesia Menjadi Destinasi Bangsa Eropa

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Tahukan anda bahwa salah satu teori perdagangan internasional yang membuat Indonesia dijajah selama beberapa abad? Jika belum marih kita tinjau dan mengenal teori perdagangan internasional.

Perdagangan internasional sendiri merupakan sebuah perdagangan yang dilakukan antar dua negara bahkan lebih mendapatkan manfaat dan keuntungan antar kedua belah pihak.

Salah satu contoh aktivitas perdagangan internasional yakni kegiatan ekspor dan impor barang atau jasa. Untuk lebih lanjutnya mari kita membahas teori-teori perdagangan internasional.

Teori Perdagangan Internasional

Dilansir dari situs Binus University, ada empat teori perdagangan internasional yang umum dipelajari, yakni teori ekonomi merkantilisme, teori keunggulan absolut, teori keunggulan komparatif, serta teori Heckscher-Olin (H-O).

1. Teori Ekonomi Merkantilisme

Merkantilisme berpandangan jika kekayaan suatu negara dihitung dengan emas dan perak. Teori ini menjabarkan bahwa jika kegiatan ekspor harus dilakukan sesering mungkin dan kegiatan impor dilakukan seminim mungkin, agar negara menjad lebih kuat dan kaya. 

Merkantilisme memang membawa keuntungan bagi negara. Namun, juga mendatangkan kerugian dan penderitaan bagi  negara penganutnya. Karena mereka mendapat kekayaan dengan menguras sumber daya yang murah. 

Indonesia pernah menjadi korban dari merkantilisme di masa kolonial. Negara-negara seperti Spanyol, Portugis, Inggris, Belanda, dan Perancis berlomba-lomba menguasai Nusantara untuk meningkatkan kekayaan mereka.

2. Teori keunggulan absolut

Teori ini diperkenalkan oleh bapak ekonomi dunia, Adam Smith pada tahun 1776 silam. 

Teori keunggulan absolut beranggapan jika kekayaan suatu negara akan makin bertambah seiring dengan adanya peningkatan keterampilan serta efisiensi tenaga kerja di bidang produksi.

Adam Smith menerangkan bahwa, jika suatu negara dapat dikatakan memiliki keunggulan absolut jika negara tersebut memiliki spesialisasi dalam memproduksi komoditi. 

3. Teori keunggulan komparatif

Teori ini diperkenalkan oleh David Ricardo pada tahun 1971 silam. Teori ini menjabrakan bahwa jika perdagangan internasional bisa dilakukan asal negara tidak memiliki keunggulan absolut. 

David Ricardo beranggapan jika perdagangan internasional akan lebih menguntungkan jika negara hanya memiliki keunggulan komparatif dari segi harganya.

Teori ini bisa dikatakan sebagai antitesis dari teori keunggulan absolut milik Adam Smith.

4. Teori Heckscher-Olin (H-O)

Teori ini lebih dikenal dengan nama ‘The Proportional Factor Theory’. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh sejarawan ekonomi asal Swedia bernama Eli Heckscher dan Bertil Olin. 

Dalam teori ini mengejawantahkan bahwa, jika negara yang memiliki faktor produksi tinggi dan biaya produksi murah akan cenderung melakukan ekspor dengan spesialisasi produk. 

Sebaliknya, jika negara memiliki faktor produksi langka dan biaya produksi mahal akan cenderung melakukan impor dari negara lain.