Menteri Basuki : Dibutuhkan Insinyur Muda Tangguh Untuk Hadapi Era Industri 4.0

PII
Menteri Basuki menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) 2018, di Universitas Brawijaya Malang

Terkini.id, Malang – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, diperlukan insinyur muda yang tangguh dalam menghadapi tantangan revolusi industri keempat (Industri 4.0). Kesiapan sumber daya keinsinyuran juga sangat diperlukan dalam mendukung pembangunan nasional.

“Pembangunan yang telah kita capai hari ini, tentunya tidak terlepas dari peran Sumber Daya Manusia (SDM) bidang keinsinyuran. Saya mengajak para insinyur untuk lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi era digital yang semakin canggih dan terus berkembang,” ujar Menteri Basuki saat memberikan sambutan mewakili Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) 2018, di Universitas Brawijaya Malang, Jumat, 1 Juni 2018.

Dikatakan Menteri Basuki, Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla selain berfokus membangun infrastruktur, pada tahun 2019 mulai berfokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Seperti kita ketahui bahwa industri 4.0 merupakan era digitalisasi, dimana dibutuhkan persaingan inovasi dan keahlian. Untuk itu butuh penguatan pembinaan SDM di Perguruan Tinggi, Politeknik, Pesantren, dan SMK,” katanya.

Menteri Basuki mengatakan, sebagai insinyur profesional, dituntut untuk memiliki terobosan yang kreatif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan.

Menarik untuk Anda:

“Untuk itu dibutuhkan peran organisasi profesi insinyur yang dapat membina para insinyur muda dan sebagai wadah berbagi pengetahuan guna mengikuti perkembangan zaman,” lanjutnya.

PII
Rapimnas PII digelar di pelataran Rektorat Universitas Brawijaya

Menteri Basuki : PII Organisasi yang Sangat Prestisius

PII sebagai organisasi profesi insinyur, dinilai Menteri Basuki merupakan organisasi yang sangat prestisius, sebab dapat mewadahi beberapa profesi keilmuan di bidang teknik.

“PII diharapkan dapat mengambil peran yang maksimal dalam menyiapkan sumber daya keinsinyuran, baik sumber daya manusia maupun teknologinya yang saat ini sangat dibutuhkan,” ujar Menteri Basuki.

Menteri Basuki menambahkan, PII juga telah menjadi mitra kerja Kementerian PUPR yang banyak berkontribusi dalam pembangunan nasional, terutama dalam memberikan masukan dan ide-ide di bidang konstruksi. Di saat terbentuknya Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) beberapa waktu lalu, PII banyak turut andil dalam evaluasi sejumlah proyek konstruksi layang.

“PII juga teribat dalam Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) khususnya dalam evaluasi kesiapan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang sebagian besar konstruksinya berupa jembatan panjang. Diharapkan ke depan makin banyak lagi dukungan PII terutama dalam inovasi teknologi, agar kami mendapatkan hasil pekerjaan yang sesuai rencana,” ucapnya.

Pemanfaatan Teknologi 3D Building di Era Revolusi Industri 4.0

Menteri Basuki mengungkapkan salah satu bentuk inovasi dalam bidang konstruksi adalah dengan banyaknya pemanfaatan teknologi precast maupun prefabrikasi sehingga produk lebih tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya.

“Dalam rangka revolusi industri 4.0 kami juga sudah akan mulai mengembangkan pemanfaatan teknologi 3D building planning,” ungkap Basuki.

Dalam sambutannya, Menteri Basuki optimis, dengan adanya UU No 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran dan usulan rancangan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai Pembentukan Dewan Insinyur yang bertugasmenetapkan standar kompetensi insinyur sebagai tindak lanjut UU, dapat membuat profesi insinyur lebih baik.

“Prinsipnya saya sudah menyetujui PP tersebut, hanya satu poin yang masih dievaluasi yakni terkait sertifikasi profesi insinyur,” tuturnya.

Ia juga berpesan, penyiapan SDM insinyur untuk membangun infrastruktur harus merata di seluruh pelosok tanah air hingga di daerah terpencil, sehingga dapat mengurangi disparitas antar daerah.

PII
Rapimnas PII digelar di pelataran Rektorat Universitas Brawijaya

Ketua Umum PII : Visi PII, Membina Jiwa Leadership Insinyur

Ketua Umum PII Hermanto Dardak mengatakan, visi PII ke depan adalah untuk membina insinyur yang tidak hanya ahli di bidangnya tetapi juga insinyur yang mempunyai jiwa kepemimpinan (leadership) untuk dapat menghadapi berbagai perubahan dalam menyambut era industri 4.0.

“Kami berharap dengan tema Rapimnas PII tahun 2018, Kesiapan Sumber Daya Keinsinyuran Memasuki Industri 4.0 dapat menjadi momentum yang baik dalam memberikan nilai tambah pembangunan infrastruktur di Indonesia,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Rektor Universitas Brawijaya, M Bisri, Ketua Umum PII, Hermanto Dardak, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Danis H Sumadilaga, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya, I Ketut Darmawahana, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Fauzi Idris, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S Atmawidjaja.

Rapimnas PII Dihelat di Pelataran Rektorat Universitas Brawijaya

Pada Rapimnas kali ini, PII juga mengadakan syukuran peringatan ulang tahun ke 66 di pelataran Rektorat Universitas Brawijaya (UB) yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan dilanjutkan dengan pertunjukan Kyai Kanjeng Emha Ainun Najib.

“Sore sebelumnya, PII juga mengadakan kegiatan sosial dengan memberi santunan kepada anak yatim sekaligus buka puasa bersama,” ucap Sapri Pamulu, PhD selaku Ketua Bidang Hukum Badan Kejuruan Sipil sekaligus Wakil Ketua Bidang Advokasi Pengurus Pusat PII.

Rapimnas dihadiri oleh pengurus pusat, wilayah dan cabang seluruh Indonesia, serta 23 Badan Kejuruan. Tuan rumah Rapimnas kali ini adalah Pengurus Wilayah Jawa Timur.

“Pada akhir tahun ini, PII juga akan mengadakan Kongres untuk memilih Waketum yang akan menjadi Ketua Umum PII pada periode berikutnya,” tutup Sapri Pamulu.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Antisipasi Libur Panjang, Satgas Covid-19: Karyawan Pergi ke Zona Merah Wajib Lapor

Niat Hati Hanya Tunangan, Pasangan Ini Malah Disuruh Langsung Nikah

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar