Menteri Penerangan Saudi Ungkap Vaksin Covid-19 Tak Wajib di Negaranya

Terkini.id, Jakarta – Menteri Perdagangan Arab Saudi yang juga bertindak sebagai Menteri Penerangan Majid Al-Qasabi mengatakan bahwa vaksin virus corona tidak wajib di negaranya itu. 

Hal ini ia sampaikan dalam konferensi pers pada Minggu 6 Juni 2021 waktu setempat.

Meski begitu Al-Qasabu menyebut, 40 persen dari populasi Kerajaan Saudi telah divaksinasi sejauh ini.

Baca Juga: Update Covid-19 Sabtu 25 Juni, Tambah 1.831 Kasus Baru

“Jika kita ingin hidup berdampingan, pergi ke pasar dan kembali ke sekolah dan bekerja, kita harus mengambil vaksin,” kata Majid Al-Qasabi, dikutip dari Saudi Gazette.

Dia mengatakan bahwa mutasi virus yang terus menerus dan keterlambatan pasokan vaksin di banyak negara menjadi faktor yang menyebabkan penundaan pengumuman musim haji.

Baca Juga: Update Covid-19 Kamis 23 Juni, Tambah 1.907 Kasus Baru

Al-Qasabi mengungkapkan bahwa Menteri Kesehatan dan Haji akan segera mengumumkan rincian tentang musim haji tahun ini.

Dia juga menunjukkan bahwa 97 persen dari tim operasi pembangkit listrik tenaga surya Sakaka adalah orang Saudi.

Al-Qasabi menggambarkan adopsi PBB atas inisiatif Riyadh untuk memerangi korupsi global sebagai langkah positif yang penting.

Baca Juga: Update Covid-19 Kamis 23 Juni, Tambah 1.907 Kasus Baru

“Arab Saudi adalah yang pertama di kawasan MENA dan telah maju dalam peringkat global di antara 167 negara dalam pengukuran kepedulian lingkungan,” tambahnya.

Bagikan