Terkini.id, Makassar – Pengurus Nasional Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) bersama dengan Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Tarbiyah & Keguruan Cabang Gowa Raya, menutup Ramadhan dengan acara Tadarrus Akhir Ramadhan, 22 Mei 2020.
Menggunakan aplikasi Google Meet, peserta yang berpartisipasi lintas perguruan tinggi dan juga lintas kota.
Tadarrus Akhir Ramadhan tersebut mengkaji Ayat-Ayat Semesta dengan naras umber Agus Purwanto, DSc, dosen di Institut Sepuluh November (ITS), Surabaya.
Agus Purwanto juga turut dalam program trensains yang didirikan Muhammadiyah bertempat di Sragen, Jawa Tengah.
Demikian pula bersama-sama dengan Pesantren Tebu Ireng di Jombang, Jawa Timur, juga mengelola Trensains untuk tingkat sekolah menengah.
- STIH Biak Rintis Kerjasama dengan MASIKA ICMI dan Perguruan Tinggi Makassar
- Pengurus Nasional MASIKA ICMI Akan Perkenalkan Habibie-Erbakan Fellowship di Parepare dan Konya, Turki
- KNPI Kabupaten Merauke dan MASIKA ICMI Bersama STIE Yapis Merauke Laksanakan Dialog Publik
- Usai Pelantikan Pengurus Nasional, MASIKA ICMI Bersiap Melaksanakan Tunas Cendekia
- Dema Fak Ushuluddin UIN Alauddin bersama Pengurus Nasional MASIKA ICMI Selenggarakan ICISA
Pemaparan nara sumber dimulai dengan penjelasan tentang dominasi percakapan umat Islam soal fikih dan tafsir berbanding dengan 800 ayat Alquran yang fokus pada ayat-ayat kauniyah (ayat semesta).
Adapun penjelasan tentang ayat-ayat semesta sudah ditulis dalam buku judul yang sama.
Saat ini bahkan sudah terbit buku yang melengkapinya yang berjudul Nalar Ayat-ayat Semesta.
“Untuk itu, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah mulai belajar bahasa Arab yang berbasis pada Alquran,” kata Ismail Suardi Wekke, Wakil Ketua Umum Pengurus Nasional MASIKA ICMI.
Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Islam Tarbiyah & Keguruan yang saat ini dipimpin Fachmi menyatakan bahwa pelaksanaan tadarrus akhir Ramadhan ini sebagai upaya untuk memberikan cakrwala kepada kader-kader HMI.
“Tidak saja dalam kajian NDP semata yang menjadi rujukan utama warga HMI, tetapi harus bergerak sehingga ada kemunculan pembaruan pemikiran Islam generasi kedua,” kata Fachmi.
“Ke depan, diskusi seperti ini perlu diintensifkan. Sehingga semangat untuk membawa IAIN ke UIN sesungguhnya adalah semangat untuk integrasi sains,” tutup Ismail.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
