Menyesatkan, Tim Hukum DIAmi laporkan balik Gani Sirman

Terkini.id, Makassar – Tim Hukum petahana Danny Pomanto – Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) merespons pernyataan tersangka dugaan korupsi proyek ketapang kencana, Gani Sirman, Minggu 15 April 2018.

Gani Sirman yang merupakan mantan Plt Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Makassar, menyebut ada fee proyek ketapang kencana sebesar 30 persen untuk diserahkan ke Wali kota Makassar (Danny Pomanto).

Pernyataan inilah yang dianggap sesat dan tidak mendasar, sehingga Tim DIAmi melaporkan balik Gani Sirman ke Polrestabes Makassar dengan nomor 890/4/2018/PoldaSulsel/PolretabesMakassar, pada Senin 16 April 2018.

Akhmad Rianto, Tim Hukum DIAmi, dalam konferensi pers di kediaman Danny Pomanto di Jl Amirullah, menyampaikan bahwa apa yang disampaikan Gani Sirman yang melakukan konfrensi pers pada Minggu 15 April, adalah menyesatkan.

“Apa yang diungkapkan Pak Gani Sirman soal fee 30 persen diterima Pak Wali Kota tidak benar. Sehingga kami (Tim Hukum DIAmi) melaporkan ke Polrestabes hari ini (Senin-red),” katanya.

Dia menyayangkan pernyataan Gani Sirman karena itu sifatnya fitnah. Apalagi kata dia, statement yang dikeluarkan Gani Sirman di saat situasi kondisi di mana saat ini Makassar menghadapi pilkada

Baca :10 ribu orang hadiri family gathering bersama Pemkot Makassar

Memang kata dia, yang dilakukan Gani Sirman ‘menyerang’ kandidatnya pada monentum pilkada Makassar.

“Tentu sebagai negara hukum ini perlu pembuktian hukum. Apalagi kalau soal ketapang kencana, kan Pak Wali sudah diperiksa sebagai saksi saat itu dan sudah ada keputusan bahwa Pak Danny tidak ada hubungannya proyek ini,” tutupnya.