Meski sibuk urus Pilgub Sulsel, Prof Nurdin Abdullah tetap jadi tim penguji promosi doktor

Prof Nurdin Abdullah menjadi tim penguji Promosi Doktor Muhammad Agung, program studi Ilmu Pertanian, di Aula Prof dr Hardjoeno, Unhas Makassar, Rabu 16 Mei 2018.
Prof Nurdin Abdullah menjadi tim penguji Promosi Doktor Muhammad Agung, program studi Ilmu Pertanian, di Aula Prof dr Hardjoeno, Unhas Makassar, Rabu 16 Mei 2018. /Nasruddin

Terkini.id — Calon Gubernur Sulsel Nomor urut 3, Prof Nurdin Abdullah memang sibuk dengan aktifitasnya menghadapi Pemilihan Gubernur Sulsel 2018.

Namun Prof Nurdin Abdullah tetap menjadi tim penguji Promosi Doktor Muhammad Agung, program studi Ilmu Pertanian, di Aula Prof dr Hardjoeno, Unhas Makassar, Rabu 16 Mei 2018.

Bupati Bantaeng non aktif ini didampingi 8 tim penguji lainnya yaitu, Prof Muhammad Dassir, Prof Roland A Barkey, Prof Iswara Gautama, Dr Abd Kadir Wakka, Prof Daud Malamassam, Prof Yusran Jusuf, Prof Hazairin Zubair dan Prof Darmawan Salman.

Prof Nurdin Abdullah memberikan pertanyaan ke Muhammad Agung, tentang cara petani bisa mengatasi kondisi hutan yang ada di Sulsel.

Guru Besar Unhas ini mengatakan, hasil penelitian tersebut mungkin bisa dikembangkan untuk bagaimana mengembangkan bidang pertanian yang ada di Sulsel.

“Karena, saya perhatikan Sulsel ini didang pertanian belum berhasil,” kata Prof Nurdin Abdullah.

Selain itu, menurut Prof Nurdin Abdullah, petani yang ada di Sulsel seharusnya sudah tidak menebas lagi hutan lindung. Yang harus di berikan kepada masyarakat petani sekarang bukan lagi menebas hutan, melainkan skali dalam bertani.

Baca :Nurdin Abdullah tutup latihan bersama Paskibra Sekolah

“Sekarang yang butuhkan petani adalah skil dalam bertani,” tambahnya saat menjadi tim penguji pada ujian promosi doktor dalam bidang ilmu pertanian kepada saudara Muhammad Agung.

Di tempat yang sama, Muhammad Agung menjawab, untuk bisa mewujudkan pertanyaan Prof Nurdin Abdullah dibutuhkan kearifan lokal dari masyarakat untuk bisa mengembangkan ekonomi masyarakat.

“Kita membutuhkan cara dan tata kelola dengan cara petik olah jual saya,” jawabnya disambut senyuman dari Prof Nurdin Abdullah.

Selain itu, Muhammad Agung menjelaskan, sampai saat ini petani belum memiliki budaya dalam proses mengelola hasil pertaniannya.