Masuk

MiChat Disebut Sarang Prostitusi Online, Kominfo: Kami Akan Awasi

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Aplikasi MiChat kembali menjadi sorotan publik sebagai ladang aktivitas prostitusi online. Hal tersebut dipicu setelah seorang pria RB (19) dilaporkan menjual kekasihnya sendiri EN (13) melalui layanan pesan instan MiChat beberapa waktu lalu.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi kemudian buka suara terkait dugaan yang beredar tersebut.

Pihaknya akan melakukan pengawasan untuk memastikan platform tersebut tidak disalahgunakan oleh orang yang melawan hukum.

Baca Juga: Sejumlah Platform Digital Diblokir, Ernest Prakasa Protes: Mungkin Kominfo Mau Kita Main Judi Slot Aja

“Kementerian Kominfo akan terus melakukan pengawasan terhadap keseriusan para pengelola platform dalam memastikan platform yang dikelolanya tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” ucap Dedy Kamis 30 Desember 2021.

Dilansir dari CNN Indonesia, dugaan mengenai maraknya praktik prostitusi di aplikasi ini memang bukanlah hal baru.

Seorang pengguna yang memberikan bintang satu di Google Playstore, mengatakan semakin banyak orang yang menggunakan aplikasi ini untuk menjual diri.

Baca Juga: Google dan WA Terancam Diblokir Kominfo, Teddy Gusnaidi: Jika Tidak Siap, Jangan Buat Batasan!

Sehingga orang-orang berpikiran semua pengguna MiChat itu murahan, padahal tidak semua.

“Semakin kesini semakin jadi ajang jual diri… jadi semua dipandang murahan, padahal gak semua yang pakai aplikasi ini murahan. Kasih ‘term condition’ tentang pornografi tapi isinya orang telanjang semua. Bikin jengah” tulisnya di ulasan.

Senada dengan itu, akun lain juga memberi komentar yang mengindikasikan banyak praktik prostitusi didalamnya.

“Di aplikasi ini banyak disalahgunakan salah satunya B.O di hotel” atau pun penginapan juga koq gak di block aja yg seperti itu apa gunanya, sembunyi’” B.O lewat aplikasi kan sekalian terang’”an dr pada harus pakai kode untuk mau masuk ke hotel ya juga segala, tolong lah yg buat aplikasi ini di telusuri mana Yg gak sesuai aturan gitu lho jangan asal-asalan buat aplikasi donk” tulis akun tersebut.

Tangkapan layar beberapa ulasan MiChat di Google Playstore
Baca Juga: WhatsApp, IG, dan Google Belum Terdaftar sebagai PSE Lingkup Privat

Namun ada juga yang menanggapi positif kehadiran aplikasi ini. Dan bisa dijadikan sebagai media promosi yang efektif karena menghubungkan dengan orang-orang yang dekat dari sisi jarak.

“Karena yg nyantol org2 terdekat maka saya gunakan aplikasi ini sbg media iklan kedai saya ….hasilnya efektif.. bnyk yg tertarik dan dtg k kedai saya untuk mencoba masakan saya… thanks michat…” tulis akun lainnya.