Minuman Khas

Minuman penghangat tubuh khas Sinjai

Minas Sinjai disajikan di Hotel Melia Makassar / Edwin Jhardy

TERKINI.id, SINJAI – Kabupaten yang terletak di bagian pantai timur Provinsi Sulawesi Selatan berjarak sekitar 223 kilometer dari Kota Makassar. Mayoritas penduduk Sinjai merupakan pemeluk agama Islam yang taat. Kentalnya kehidupan religius masyarakat Sinjai membuat daerah ini degelar sebagai ‘Daerah Seribu Masjid.

Oleh karena itu minuman beralkohol adalah jenis minuman yang dilarang keras beredar di Sinjai. Oleh pemerintah daerah, larangan ini dimasukkan sebagai salah satu peraturan daerah.

Di Sinjai, masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan seringkali membutuhkan minuman penghangat tubuh dan pengembali stamina yang biasanya dapat diperoleh dengan konsumsi minuman alkohol.

Solusi untuk memenuhi kebutuhan atas minuman penambah stamina tanpa mengkonsumsi minuman keras membuat Minas lahir. Minas merupakan akronim dari ‘Minuman Asli Sinjai’. Dibuat sebagai pengganti minuman keras. Minuman yang terbuat dari bahan-bahan alami ini berkhasiat menghangatkan badan dan mengembalikan stamina setelah lelah bekerja.

Minas yang juga kerap disebut Irex, adalah minuman khas yang sudah cukup dikenal masyarakat di kabupaten Sinjai, mulai dari masyarakat awam hingga pejabat luar daerah senang dengan minuman khas lokal Sinjai ini.

Baca :Ada penyuluhan narkoba di lokasi TMMD Sinjai

Dari cerita Ansar yang merupakan salah satu pembuat minas di Kelurahan Bongki, Kecamatam Sinjai Timur, Minas pertama muncul di daerah tempat tinggalnya tahun 2007. Merupakan hasil pemikiran almarhum Hasyim.

Hasyim sering membuat minas untuk diminum saat berbuka puasa, namun ternyata banyak diminati dan kini sudah menyebar luas.

Bahan untuk membuat minas mudah didapat dan banyak di jual di pasar tradisional, seperti ubi kayu atau disebut juga singkong, ragi, telur, madu, gula serta rempah-rempah.

Cara pembuatannya pun tergolong mudah. Hanya memakan waktu satu hari saja, singkong direbus kemudian dicampur ragi untuk dijadikan tape singkong.

Tape kemudian dihaluskan dengan menggunakan blender. Kemudian dicampur dengan bahan lainnya. Minas pun jadi dan siap untuk dikonsumsi.

Dalam sekali produksi pak Ansar bisa memproduksi minas 70 hingga delapan 80 botol, penjualannya pun kini sudah mulai keluar daerah seperti di Kabupaten Bone dan Bulukumba, sesekali minas buatannya ini keluar ke pulau Jawa.

Minas ini lebih nikmat jika diminum dalam keadaan dingin. Minas dipercaya mempunyai khasiat yang luar biasa, bisa menjadi obat cacing bahkan bagi pria yang sudah berumah tangga minuman ini dapat menambah stamina.

Baca :Desa Batu Belerang wakili Sinjai pada lomba desa tingkat provinsi

Imran