Masuk

Minyak Goreng Harga Rp11.500 Mulai Berlaku Hari Ini, Pedagang Cimol Ngaku Masih Beli Rp20.000 Per Liter

Komentar
DPRD Kota Makassar

Terkini.id, Jakarta – Setelah sebelumnya diturunkan menjadi Rp14.000 per liter, hari ini harga minyak goreng kembali diturunkan menjadi Rp11.500. 

Namun meskipun sudah semakin murah, masih ada masyarakat belum merasakan. Mereka bahkan masih harus membeli minyak goreng yang harganya Rp20.000 per liter di pasar pasar tradisional.

Seperti diketahui, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sebelumnya telah memastikan minyak goreng dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp11.500 per liter dijual mulai hari ini 1 Februari 2022.

Baca Juga: Jual Minyak Goreng Fiktif, Mahasiswi Berhasil Tipu Ratusan Orang

“Per 1 Februari 2022 kami akan memberlakukan penetapan harga eceran tertinggi minyak goreng,” kata Lutfi dalam konferensi pers, Kamis 24 Januari 2022 lalu dikutip dari kompascom.

HET sebesar Rp11.500 per liter berlaku untuk minyak goreng curah. Sementara, Rp13.500 per liter dikenakan untuk minyak goreng sederhana, dan Rp14 ribu per liter tetap berlaku untuk minyak goreng premium.

Harga minyak goreng itu disebutkan sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Baca Juga: Jika Masih Sayang Nyawa, Jangan Coba Campur Sambal Buatanmu dengan Dua Bahan Ini!

Sebelumnya, atau selama masa transisi harga minyak goreng masih dikenakan sebesar Rp14 ribu per liter. Hal tersebut dilakukan mengingat penyesuaian yang akan dilakukan oleh produsen dan pedagang minyak goreng.

Lutfi mengatakan pemerintah bakal mengambil langkah hukum yang tegas bagi seluruh pelaku usaha minyak goreng yang tidak mematuhi aturan harga tersebut.

Selain itu, ia mendorong produsen untuk segera mempercepat penyaluran minyak goreng dan memastikan tidak terjadi kekosongan stok di tingkat pedagang dan pengecer.

Di sisi lain, Lutfi mengimbau agar masyarakat bijak dalam membeli minyak goreng dan tidak melakukan panic buying. Sebab, pemerintah menjamin ketersediaan minyak goreng dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga: Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye Zulhas, Bawaslu: Tidak Memenuhi Syarat

“Kami berharap dengan kebijakan ini harga minyak goreng dapat menjadi lebih stabil dan terjangkau untuk masyarakat, serta tetap menguntungkan bagi para pedagang, distributor, hingga produsen,” tandasnya.

Pedagang Masih Membeli Minyak Harga Rp20.000

Melansir dari CNNIndonesia, seorang pedagang di Kota Semarang mengeluhkan harga minyak goreng yang tak kunjung turun di pasar tradisional.

Padahal, kebijakan satu harga untuk minyak goreng Rp 14.000 per liter telah ditetapkan pemerintah.

Alung (45), seorang pedagang cimol mengaku membeli minyak goreng dengan harga Rp 20.000 di pasar tradisional.

Setiap hari dirinya bisa membeli empat liter minyak goreng untuk mencukupi kebutuhan usahanya.

“Harga minyak goreng kemarin beli masih Rp 20.000 per liter di Pasar Karangayu. Harganya belum turun. Biasanya sehari butuh empat liter minyak goreng,” ujar warga Kelurahan Karangayu ini ditemui di Jalan Imam Bardjo, Senin 31 Januari 2022.

Setiap hari dirinya bisa membeli empat liter minyak goreng untuk mencukupi kebutuhan usahanya.

“Harga minyak goreng kemarin beli masih Rp 20.000 per liter di Pasar Karangayu. Harganya belum turun. Biasanya sehari butuh empat liter minyak goreng,” ujar warga Kelurahan Karangayu ini ditemui di Jalan Imam Bardjo, Senin 31 Januari 2022.

Ayah tiga anak ini mengaku berusaha mencari minyak goreng dengan harga Rp 14.000, tetapi hasilnya nihil.

Ia selalu kehabisan stok saat ingin membeli minyak goreng seharga Rp 14.000 di toko atau minimarket.

Meski harga minyak goreng belum turun di pasar tradisional, ia tak mau menaikkan harga dagangannya.

Ia tak ingin mengecewakan pembeli meski keuntungannya sedikit.

“Harga cimol, tela-tela dan kentang goreng masih sama engga saya naikkan. Untung dikit engga apa-apa yang penting lancar. Kalau jual mahal kan kasihan pembeli,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, imbas dari harga minyak goreng yang masih mahal, penghasilannya jadi menurun.

“Penghasilan turun dari Rp 700.000 jadi Rp 400.000,” kata Alung yang sudah berjualan sekitar 12 tahun ini.

Ia berharap harga minyak goreng bisa segera turun sesuai kebijakan pemerintah.

“Semoga minyak goreng jadi murah. Karena pedagang gorengan mengeluh semua. Harapannya ya turunkan harga minyak goreng,” harapnya.