Miris, Curhat Pekerja Seni HUT Jeneponto Hanya Dibayar Rp50 Ribu

Curhat pekerja seni
Curhat pekerja seni di HUT Jeneponto masuk ke email redaksi terkini.id. (foto: ist)

Terkini.id, Jeneponto – Puncak HUT Kabupaten Jeneponto ke-156 yang berlangsung di Lapangan Parang Passamaturukang, Rabu 1 Mei 2019, dimeriahkan dengan persembahan para seniman muda Jeneponto dari berbagai sanggar seni.

Dalam pagelaran tersebut, para seniman muda Jeneponto mempertontonkan hasil kreativitasnya di depan para pejabat dan puluhan ribu orang undangan yang hadir.

Namun kreativitas yang dipertontonkan para pekerja seni yang tampil di puncak HUT Kabupaten Jeneponto ke-156  itu membubuhkan curhatan pedas dari pekerja seni yang hanya dibayar Rp 50 ribu.

Curhatan pedas pekerja seni itu pun menjadi bahan viral di media sosial Facebook, dimana pemilik akun Facebook Muhammad Abduh Wirawan memposting di status akun Facebooknya pada Selasa 1 Mei 2019, tepat pukul 23.53 Wita,

“Selamat hari jadi jeneponto yang ke 156 Dan dimana para seniman jeneponto masih seperti anak tiri. Kami para pekerja seni jeneponto tidak akan lupa kata-kata yg terlontarkan dari mulutmu. Seharusnya mereka semua patut mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Bukan mala kata kata yg sungguh menyakitkan buat kami kamu lontarkan pada kami,” tulis Akun Facebook Muhammad Abduh Wirawan di keterangan unggahannya.

Setelah itu, pemilik akun Facebook Muhammad Abduh Wirawan kemudian memposting status lainnya pada Rabu hari ini, 2 Mei 2019.

“Hey apa kabar pengurus” hari jadi jeneponto. Panitia hari jadi jeneponto. Uang 50 ribuh mana cukup beli makan. Rokok. Bensin. Ini bukan lagi zaman dahulu kala. Sungguh miris tanah kelahiranku ini. Begitu miskin ka jenepontoku ini,” tulis Abduh Wirawan di unggahan Facebooknya.

“Uang honor yg meramaikan hari jadi jeneponto kau potong. Sampai kapan jeneponto akan begini terus. Tidak ada perkembangan,” sambungnya.

Curhat para pekerja seni Jeneponto via email redaksi terkini.id

Curhat pekerja seni
Curhat pekerja seni di HUT Jeneponto. (foto: screen shoot Facebook Muhammad Abduh Wirawan)

Curhat para pekerja seni itu pun masuk di email redaksi terkini.id, dimana seorang warga bernama Alanimul Fhadil mengirim curhatnya di email redaksi.

“Banting tulang di hari jadi tapi Yang di dapatkan oleh pekerja seni hanya Sindiran pedas dari Ibu kabid Kebudayaan Namanya Bu vera,” kata Alanimul Fhadil lewat email fhadikftg@gmail.com kepada terkini.id, Rabu 1 Mei 2019.

“Latihan selama 5 hari Kak, Siang podeng panas panasan cuma di bayar 50 rb saya Kritikan ku sedikitji kak Bagaimana Kesenian di jeneponto Mau maju kalau Seniman nya tidak di hargai sekali,” ujarnya.

“Terus Bukan masalah uangnya saja kak,kan tadi Bu kabid kebudayaan naliatki anak anak marah marah Terus Nabilang laloih kasihki tawwa uang itu ehh siapa mau uang kesiniko kayak merendahkan sekali caranya bicara dan tidak wajar juga kak masa dia bilang ndak ada Dana untuk Item rampak Gendang Ndak masuk akal acara sebesar hari jadi ndak Ada Dana nya,” lanjutnya.

Komentar
Terkini