Misteri kebahagiaan

Dokumentasi Dito Anurogo

Terkini.id – Kebahagiaan itu misteri. Kebahagiaan itu abstrak. Semakin manusia berupaya mendefinisikannya, maka semakin jauh dari pemahaman akan kebahagiaan.

Kebahagiaan memang relatif sulit untuk diartikan karena memang definisi kebahagiaan itu tiada terhingga. Semakin manusia berupaya berlari mengejarnya, maka kebahagiaan itu seolah semakin menjauh dari manusia.

Kebahagiaan seringkali menjadi tujuan dan impian sebagian insan. Sebenarnya, itulah awal mula penderitaan dan “kehancuran”.

Karena berposes itu sendiri sejatinya merupakan kebahagiaan. Agar lebih memahami misteri kebahagiaan, maka kita perlu mengerti karakteristik kebahagiaan. Ini dia uraian tentang misteri kebahagiaan yang jarang dimengerti umat manusia. Selamat membaca, memahami, dan menerapkan di dalam kehidupan.

Pertama, kebahagiaan itu (selalu) dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Ini sebenarnya adalah hukum kebahagiaan.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara efektif menciptakan kebahagiaan? Kebahagiaan adalah sahabat dekat keberuntungan. Keduanya dapat diciptakan melalui pikiran yang bersih dan hati yang penuh Cinta kasih.

Dapat pula dikatakan, kalau seseorang itu baik dan mulia baik pemikiran, ucapan, perbuatan, perilaku, maupun akhlaknya, maka secara otomatis kehidupannya akan diliputi oleh kebahagiaan dan keberuntungan.

Kebahagiaan tidak dapat dimusnahkan karena wujudnya abstrak. Ada yang berpendapat; bahwa hilangnya kebahagiaan adalah penderitaan. Bagi kalangan sufi, para penempuh jalan Ruhani, dan para pencari Kebenaran Sejati, penderitaan malah dirasakan sebagai sumber kebahagiaan. Semakin menderita, mereka malah semakin bahagia.

Kedua. Kebahagiaan, bila berlimpah, berpotensi berubah menjadi bencana. Kebahagiaan memang berpotensi melenakan.

Kebahagiaan juga menjadikan manusia lupa. Terkadang manusia menjadi lupa diri, lupa sesama, lupa lingkungan, lupa Semesta, bahkan lupa Tuhan saat merasakan kebahagiaan nan berlimpah. Padahal lupa adalah bencana terbesar bagi kemanusiaan dan tragedi terdahsyat yang merusak peradaban.

Ketiga. Kebahagiaan, bila disyukuri, akan kekal. Inilah salah satu rahasia melanggengkan kebahagiaan. Yaitu dengan cara mensyukurinya. Bagaimana cara mensyukuri kebahagiaan? Caranya mudah.

Saat merasakan kebahagiaan, maka segera mengingat bahwa semua ini adalah karunia Allah semata. Hindari perasaan bahwa semua ini berkat saya, karena kekuatan atau kehebatan saya, sebab kecerdasan saya. Hilangkan ego diri saat kebahagiaan sedang menyertai kita.

Sebab ego dan kebahagiaan adalah musuh bebuyutan yang tidak mungkin hadir di waktu yang sama. Cara lain adalah berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Keempat. Kebahagiaan itu cenderung tidak dapat diukur karena bersifat abstrak. Uniknya, manusia seringkali mengukur kebahagiaan berdasarkan parameter kebendaan.

Misalnya, pasangan hidup yang tampan atau cantik, anak dan keturunan yang banyak, materi atau kekayaan yang berlimpah, pekerjaan dengan gaji tinggi, gelar berderet, rumah atau istana megah, simpanan berupa emas, permata, atau berlian.

Persepsi manusia seringkali mengidentikkan kekayaan materi dengan kebahagiaan. Dengan kata lain, aku bahagia kalau aku kaya. Kalau yang dimaksudkan adalah kaya hati dan kaya jiwa, maka itu benar.

Kelima. Kebahagiaan itu subjektif dan tidak dapat diperbandingkan. Maksudnya, perasaan bahagia masing-masing individu itu tidak akan pernah sama saat memperoleh kebahagiaan.

Ada orang yang baru bisa bahagia bila ia berlibur ke mancanegara dan makan di restoran mewah serta ternama. Ada orang yang tidak perlu pergi kemana-mana, cukup berada di rumah bercengkerama bersama keluarga, makan seadanya, sudah merasa bahagia.

Boleh jadi seorang pengemis yang tidur di kolong jembatan kadar kebahagiaannya jauh melebihi pengusaha yang tidur di kasur busa dan berbantalkan sutera. Kalaulah kebahagiaan hanya dominasi bangsawan dan usahawan, maka di manakah letak keadilan Tuhan?

Keenam. Kebahagiaan itu seperti penyakit infeksi. Ia berpotensi menular. Dari sini mudahlah diketahui bila orang yang sedang berbahagia, maka aura positif di sekitarnya akan mengikutinya. Jadi tidaklah mengherankan apabila ada seseorang yang menjadi juara atau sedang merayakan pesta, maka dirinya cenderung menjadi magnet bagi orang-orang di sekelilingnya.

Hal yang sama berlaku pula untuk kesedihan dan penderitaan. Sesekali, tengoklah yatim piatu di panti asuhan, para lansia di panti wreda, atau pasien di rumah sakit. Hati manusia itu memang cenderung saling beresonansi. Getaran kebahagiaan cenderung menenangkan dan mendamaikan. Sinyal kesedihan berpotensi mengalirkan air mata duka serta membanjirnya simpati dan empati.

Ketujuh. Kebahagiaan itu tidak identik dengan kepemilikan. Kepemilikan di sini berarti kepemilikan materi yang bersifat duniawi dan ragawi, seperti harta benda, investasi, properti, profesi, saham, jabatan, kekuasaan, kedudukan, keturunan, pangkat, gelar, dan sebagainya.

Semua kepemilikan yang melekat pada manusia hanyalah atribut sementara dari Allah yang nantinya dipertanggungjawabkan di kehidupan mendatang.

Dalam perspektif tasawuf, kepemilikan materi hanyalah ilusi yang berpotensi membutakan hati dan menggelapkan nurani. Dunia ini idealnya hanya di berada saku baju insani, jangan sampai menguasai hati. Kebahagiaan sejati nan hakiki itu dapat dirasakan saat hati dan jiwa seseorang dipenuhi oleh Cinta semata hanya kepada Allah.

Kedelapan. Kebahagiaan adalah hak asasi yang paling hakiki bagi semua manusia di muka bumi. Maksudnya, semua orang berhak untuk hidup bahagia.

Merampasnya adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Salah satu tujuan penciptaan manusia adalah untuk menebarkan kebahagiaan sekaligus menjadi sumber kebahagiaan bagi sesama. Kalaulah semua orang berlomba untuk saling membahagiakan, maka terciptalah kehidupan yang penuh kedamaian dan ketenangan.

Bagaimana kiat menjadi manusia yang merupakan sumber kebahagiaan bagi sesama? Caranya sederhana. Awalilah dan akhirilah hari-hari di sepanjang kehidupan dengan berdoa, bersabar, dan bersyukur.

Bangunlah pagi dengan ceria, niat, tekad, gairah, dan semangat untuk membahagiakan dan mencerahkan kehidupan sesama. Carilah hikmah dari setiap peristiwa, ilmu dan pengalaman dari semesta, berbagai kelebihan tokoh besar dunia lalu teladanilah.

Damaikanlah sesamamu dimulai dari berdamai dengan diri-hati-jiwa-pikiran sendiri. Enyahkanlah semua hal negatif [kebencian, dendam, prasangka buruk, emosi, ego, kemarahan, penyakit hati, beban di masa lalu] dari diri dan kehidupanmu. Itulah ABCDE kebahagiaan, sebagai strategi efektif menjadi sumber kebahagiaan bagi sesama.

dr Dito Anurogo MSc adalah dosen FK Unismuh Makassar, dokter literasi digital, penulis 20 buku, dan pengurus IMA Chapter Makassar.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Selamat Jalan Mr Crack

DI dunia yang dihuni tujuh miliar penduduk, ada segelintir orang -- mungkin tak sampai selusin -- yang disebut dengan jenaka sebagai gipsy aeronautics. Orang-orang
Opini

Joshua Wong, Tokoh Utama Demo Hong Kong

IA ditangkap. Ia dibebaskan. Ia dilarang pergi ke luar negeri. Ia diizinkan pergi.Itulah hebatnya hukum di Hongkong. Peninggalan Inggris.Joshua adalah salah satu tokoh utama
Opini

Tentang Perlindungan Anak

INI kejadian tahun 2010. Sorang anak kecil datang menghampiri saya dan menawarkan payung untuk saya bisa menerobos hujan keluar dari stasiun BusWay. Saya tersenyum
Opini

Pemerintahan Yang Berubah

PERNAHKAH kita menyelami bahwa keberadaan pemerintah tidak lain dimaksudkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.Namun, seringkali kita meragukan bahwa penyelenggaraan pemerintahan telah berjalan dengan
Opini

Mengenal Kaltim Calon Ibu Kota Kita

TAHUKAH anda bahwa satu satunya lahan di Kalimantan Timur yang tidak dikuasai penambang dan HTI (Hutan Tanaman Industri) adalah Balikpapan. Merujuk salinan Dinas Energi dan
Opini

Ibu Kota Baru

SAYA tahu lokasi itu. Yang direncanakan jadi ibu kota baru Republik Indonesia itu. Yang kemarin diumumkan sendiri oleh Bapak Presiden Jokowi itu.Di Kaltim ada
Opini

Tanda-tanda Resesi

17 Agustus tahun ini.Tiga hari sebelumnya.Jam 6 pagi waktu New York.Itulah hari pertama kurva terbalik: yield bond jangka panjang lebih rendah dari yield bond
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka