Model Rambut Wanita Arab Saudi Berubah Tidak Lagi Wajib Hijab

Terkini.id, Jakarta – Model atau gaya rambut wanita Arab Saudi telah berubah. Tidak lagi wajib hijab sehingga mereka memotong rambut hingga ke leher, Sabtu 25 Juni 2022.

Diberitakan bahwa Wanita Arab Saudi saat ini sudah tidak lagi wajib menggunakan hijab pada tempat umum. Setelah kebijakan tersebut berlaku, para wanita Saudi beramai-ramai memotong rambut panjang mereka sehingga menjadi sangat pendek.

Seperti dikutip pada AFP, Jumat 24 Juni 2022 yang dilansir dari detiknews, tren rambut pendek di Arab Saudi tersebut juga dilakukan oleh seorang wanita Saudi bernama Safi. Safi bekerja sebagai dokter dan baru saja mendapatkan pekerjaan pada sebuah rumah sakit di Riyadh.

Baca Juga: Bocorkan Hal Mengejutkan Soal Wanita Arab Saudi, TKW Indonesia: Ternyata...

Dirinya memutuskan buat memberikan penampilan baru untuk dirinya dengan memotong rambutnya yang panjang dan juga bergelombang menjadi sangat pendek hingga sampai leher.

Gaya rambut pendek tersebut yang secara lokal disebut dengan kata bahasa Inggris ‘boy’ yang semakin populer pada kalangan wanita pekerja di Saudi yang konservatif.

Baca Juga: Hey, Pria Indonesia! TKI Ini Peringatkan, Wanita Arab Saudi Sangat...

Nampak pada jalanan Riyadh, banyak wanita yang memiliki gaya berambut pendek. Situasi tersebut bisa terjadi juga saat setelah wanita Saudi tidak lagi diwajibkan menggunakan hijab di bawah reformasi sosial yang didorong oleh Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), yang juga adalah penguasa de-facto Saudi.

Dengan semakin banyaknya wanita bergabung pada angkatan kerja, itulah bagian utama dari upaya pemerintah buat membangun kembali perekonomian Saudi.

Banyak yang menggambarkan bahwa gaya rambut ‘boy’ adalah sebagai alternatif yang praktis dan profesional dibandingkan dengan gaya rambut panjang.

Baca Juga: Hey, Pria Indonesia! TKI Ini Peringatkan, Wanita Arab Saudi Sangat...

Buat Safi sendiri, yang memakai nama samaran buat melindungi identitasnya, potongan rambut pendek tersebut juga menjadi semacam perlindungan dari perhatian yang tidak bertanggung jawab atau diinginkan dari laki-laki, yang memampukan dirinya buat lebih fokus pada pasien-pasiennya.

“Orang lebih suka melihat feminitas dalam penampilan wanita. Gaya ini menjadi semacam perisai yang melindungi saya dari orang-orang dan memberikan saya kekuatan,” imbuhnya.

Bagikan