Motor Custom dari Daerah Bersinar di Ajang Suryanation Motorland 2018

Herman Dahlan (Abhel) dengan nomor urut 111, sukses menjadi Best of the Best Suryanation Motorland Battle 2018 Makassar, Sabtu 9 September 2018. Motornya, berbasis H-D tahun 2005 bergaya Bobber garapan DSG Motorcycle Garage ini juga berhasil meraih juara 1 kelas FFA (Free For All). (instagram.com/suryanation_motorland)

Terkini.id, Makassar – Motor-motor custom hasil modifikasi para builder bertarung di ajang Suryanation Motorland Battle 2018 di Pelataran PIPO Mall Makassar, Sabtu 8 September 2018.

Menariknya, semakin banyak builder dari berbagai daerah yang memeriahkan ajang ‘battle’ motor-motor hasil modifikasi ini.

“Tahun lalu, ada peserta dari Majene, Sulbar. Tahun ini ada lagi builder dari daerah seperti Majene,” ujar salah seorang juri Suryanation Motorland, Bimo Hendrawan (Bimmo Custombikes Jakarta), saat press conference, Sabtu 9 September 2018.

Dia mengungkapkan, hal itu membuktikan motor-motor custom itu lahir bukan cuma datang dari kota-kota besar.

Motor-motor custom juga berkembang pesat di daerah-daerah.

“Karena custom bahasa anak muda untuk mengekspresikan dirinya,” tambahnya lagi.

Juri lainnya, Indra Pranajaya (Razzle Dazzle Chopper Works Bandung), menambahkan, motor custom di Indonesia punya nilai tambah yang jarang dimiliki negara-negara lain.

“Indonesia punya culture. Kalau negara lain mengandalkan teknologi tinggi, maka motor-motor custom di Indonesia bisa menarik karena memainkan unsur kebudayan dalam motor itu,” terangnya lagi.

Selain Bimo dan Indra, juri lain yang ikut menilai motor-motor modifikasi tersebut adalah Lulur Wahyudi (Retro Classic Cycle Yogyakarta).

Bukan cuma itu, event bertajuk ‘Live to Inspire’ ini juga dihadiri dua builder internasional, yakni Mirko Perugini dari Gallery Motorcycle dan Rad Yamamotor dari Ask Motocycle Jepang.

Kedua builder internasional itu juga akan menjadi juri tambahan selain tiga juri internasional tersebut.

Rizky Dwianto, selaku Suryanation Motorland Committee, menyebutkan, ajang ini diikuti 126 motor custom, dari target 120 motor di Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

“Motor-motor yang bertarung untuk kelas di bawah 250 cc, antara lain kategori chopper/bobber, scramber/tracker, cafe racer, street cub/choppy cub, dan sport FFA,” terang dia.

Sedangkan, untuk kelas di atas 250 cc, adalah Chopper/Bobber, Scramble/Tracker, dan Special Class, seperti Free fo All, Classic Scooter, Matic Custom, Classic Bike, dan Collaboration Concept.

Pemenang ke Jerman

Nantinya, pemenang ajang Suryanation Motorland Battle 2018, akan dibawa ke acara custom terbesar dunia, yakni Custombike-Show yang digelar di Bad Selzuflen, Jerman dalam program Suryanation Motorland Goes to International Custom Show 2018.

“Termasuk motor The Greatest Suryanation Motorland tahun 2017 lalu, juga akan dibawa ke Jerman,” jelasnya lagi.

Motor The Greatest Suryanation 2017 tersebut, dibuat oleh M Yusuf Adib yang berkolaborasi dengan Kaichiroh Kurosu dai Cherrys Company Jepang.

Berita Terkait
Komentar
Terkini