Muflih Gencarkan Program ABaTa, Peminatnya Dari Pelajar Hingga Guru Ngaji

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Bulukumba — Umur dan profesi tak menghalangi seseorang untuk terus memperdalam ilmu tajwid (perbaikan bacaan Qur’an), atas landasan tersebut program ABaTa (Ayo Belajar Tahsin) membuka kesempatan bagi siapa saja yang berminat.

Sejak terbentuknya program ini tahun 2012, saat ini sudah memasuki angkatan ke-8.

Angkatan ke-1 sampai angkatan ke-3 di kabupaten Sinjai, dimulai dari Masjid Taubatannasuha Mamenge desa Salohe tahun 2012, di TPA Yasmin kabupaten Sinjai 2014, dan di kantor desa Sukamaju kabupaten Sinjai 2014.

Kemudian ABaTa angkatan ke-4 sampai angkatan ke-8, fokus di Bulukumba, yaitu: di Masjid Darul Munawwarah Tanah Kongkong 2015, di Masjid Syuhada 45 Caile 2017, di Rumah Cerdas BKPRMI Ujung Bulu 2017.

Sementara untuk tahun 2019 ini terdiri dua angkatan, di IDAPY (Ikatan Dai Panrita Yasmin) kelurahan Caile kecamatan Ujung Bulu dan di Masjid Ubay bin Kaab Lajae, kecamatan Gantarang.

Angkatan ke-8, sedikit berbeda dari angkatan sebelumnya yang hanya diminati dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum, namun untuk angkatan kali ini mulai mendapat lirikan dari kalangan pembina/guru TKA/TPA.

Hal ini diungkapkan ketua ABaTa Bulukumba, Muflih S Pd, saat ini sudah angkatan ke-8, dan pesertanya adalah pembina TKA/TPA Ubay bin Kaab Lajae.

“Pertemuannya itu sekali dalam sepekan, setiap malam ahad saja,” lanjutnya.

“Menyandang status pendidik pada taman pendidikan al-Qur’an bukan berarti sudah berhenti untuk belajar, justru saatnya untuk terus mengupdate atau merefres apa yang sudah dipahami selama ini,” imbuhnya.

Sekkum BKPRMI Gantarang ini menegaskan, untuk mampu membaca al-Qur’an baik dan benar maka pahami dan dalami huruf hijaiyah dengan baik dan benar.

Ia pun mengibaratkan, “membangun gedung hingga puluhan tingkat yang terpenting pondasi atau dasarnya, kalau pondasinya kuat maka Insya Allah kesana kuat tapi kalau dasarnya tidak kuat maka bisa dibayangkan seperti apa,” tegasnya.

“Huruf hijaiyah ini adalah dasar bagaimana caranya mengucapkan al-Qur’an mengucapkan huruf-huruf dengan baik dan benar,” tutupnya.

ABaTa ini adalah program pendidikan al-Qur’an dari Panrita Yasmin, adalah Yayasan yang didirikan oleh Abd Halim Amsur pada tanggal 12 Desember 2012.

Komentar

Rekomendasi

LPBI NU Makassar Bantu Sembako Keluarga Relawan Covid-19

Satlantas Polres Bulukumba Gelar Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas Melalui Radio Swara Panrita Lopi FM

Kapolres Gowa Beri Arahan Buat CASIS Terpilih

Bulukumba Di Jaga Ketat Masuk dan Pergi Wajib Periksa pada Posko Covid-19 di Perbatasan

Pangkogabwilhan I Resmikan Rumah Sakit Covid-19, Ini Fasilitasnya

Bupati Enrekang: Pejabat Sekalipun Harus Patuhi SOP Jika Melintas di Pos Siaga Covid-19

Pakai Aplikasi Zoom, Bupati Enrekang Pimpin Rapat Lintas Perangkat Desa

Dosen Farmasi Unhas Bagi 170 Paket Sembako ke Masyarakat Kurang Mampu

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar