Muhammad Ismak Siapkan Strategi Khusus Dongkrak Popularitas Jelang Pilwalkot Makassar

Bakal Calon Walikota Makassar, Muhammad Ismak (baju batik) salam komando bersama Ketua PDIP Makassar, Andi Suhada.

Terkini.id — Bakal Calon Walikota Makassar, Muhammad Ismak mengakui jika surveinya saat ini masih terbilang rendah dibandingkan kandidat lain dalam hal menghadapi Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar 2020 mendatang.

Itu dikarenakan, ia baru terjun didunia politik, terutama kontestasi Pilwalkot.

“Memang saya akui, bahwa saya ini orang baru terjung ke dunia politik di Makassar sehingga popularitas saya masih rendah,” kata Ismak di Makassar.

Olehnya itu, Ismak dan tim pemenangannya mulai menyusun strategi khusus untuk mendongkrak popularitasnya. Apalagi Pilwalkot masih panjang. Mulai bulan ini ia akan mulai mensosialisasikan dirinya ke tengah masyarakat.

“Yang pertama masyarakat harus mengetahui dulu tentang saya, Kedua mengetahui pokok-pokok pikiran saya, jadi dua duanya harus jalan bersamaan,”

“Harus saya tekankan. Saya terkenal apapun kalau hanya sekadar nama dan disebut punya amunisi sebanyak banyaknya tapi kita tidak diketahui bahwa apa yang kita ingin sampaikan ke masyarakat maka itu juga artinya demokrasi hanya sekedar hanya perlombaan saja. Itulah yang harus kita rubah bahwa Pilwalkot itu mendengarkan dan menilai gagasan seperti apa yang ingin disampaikan oleh calon walikota,” umbar Ketua IKA Unhas Jabotabek ini.

Selain itu, Ismak yang maju di Pilwalkot dengan membawa konsep “Demokrat Non Transaksional” ini menekankan bahwa kontestasi lima tahunan itu sesungguhnya adalah pertarungan ggagasan

menegaskan bahwa keinginannya maju pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar 2018, tidak dengan menghalalkan segala cara untuk menang, bahkan ia tidak ingin menggunakan politik uang.

“Saya serukan bahwa demokrasi itu bukan karena uang, bukan soal kalah menang, tapi demokrasi adalah bagaimana kesempatan dan gagasan itu dibagun dan disuarakan siapapun. Kalau demokrasi dilandasi kapitalis yang tumbuh di kota Makassar. Maka segala macam akan diperjual belikan karena pada awalnya semuanya dimodali,” pungkas Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) dalam sambutannya.

Berita Terkait