Museum sejarah akan hadir di Bantaeng

Terkini.id, Bantaeng – Kabupaten Bantaeng menjadi tuan rumah pelaksanaan Pagelaran Kemitraan Arkeologi atau Archaeological Partnership Expose (APEx) 2017 yang digagas oleh Balai Arkeologi Sulawesi Selatan, dengan¬† tema “Butta Toa Tanah Para Leluhur”.

Kegiatan ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya digelar di Kabupaten Soppeng pada tahun 2016. “Bantaeng dipilih menjadi tuan rumah karena dianggap merupakan bagian dari teori pertama yang mempengaruhi dunia dibidang arkeologi. Bantaeng juga mencerminkan rekonstruksi sejarah kebudayaan di Sulsel”, jelas Kepala Balai Arkeologi Sulawesi Selatan, M. Irfan Mahmud.

Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Made Geria juga menyampaikan bahwa mengatakan bahwa Bantaeng merupakan tempat yang tepat untuk melaksanakan kegiatan ini apalagi keindahannya menyerupai Jepang mini.

“Saya berharap sinergitas seperti ini dapat terus berlanjut pada kegiatan-kegiatan lainnya guna membumikan hasil riset untuk kepentingan masyarakat luas”, ujarnya.

Konsulat Jenderal Australia Makassar, Richard Mathews mengatakan bahwa pengetahuan tentang arkeologi sangatlah penting karena merupakan bagian dari identitas diri bangsa. “Kita akan lebih mampu menolak pengaruh-pengaruh negatif apabila kita memahami tentang sejarah masa lampau. Jadi para arkeolog tentunya punya peranan penting dalam perkembangan dunia modern,” paparnya.

Baca :Pemkab Bantaeng mulai gelar safari Ramadan

Asisten III Bidang Administrasi Setda Bantaeng, Ansar Tuba yang pada kesempatan tersebut mewakili Bupati Bantaeng yang membuka acara secara resmi,¬† menyampaikan apresiasi kepada Balai Arkeologi Sulsel karena telah memberi kesempatan kepada Kabupaten Bantaeng menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan. “Saya hanya berharap agar kemitraan arkeologi ini dijadikan sebagai momentum strategis guna menggali potensi Bantaeng untuk digunakan sebagai identitas sosial yang dilandasi semangat kebersamaan dan gotong royong”.

Lebih lanjut Ansar mengatakan bahwa pada tahun ini Pemerintah akan meresmikan museum sejarah yang akan menjadi pusat informasi budaya Bantaeng. “Hal tersebut tentu akan menjadi kado istimewa untuk masyarakat Bantaeng menyambut Hari Jadi ke-763 pada tanggal 7 Desember mendatang”.

Pagelaran APEx dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran insan pendidikan dan kebudayaan akan pentingnya informasi arkeologi dan kebudayaan pada umumnya dalam memperkuat karakter dan jati diri bangsa.

Kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 17 November 2017, dan diikuti oleh siswa siswi SMA yang berasal dari 8 Kabupaten, yakni Kab. Toraja, Kab. Soppeng, Kab. Bone, Kab. Bulukumba, Kab. Gowa, Kab. Selayar, Kota Makassar, dan Kab. Bantaeng.

Baca :Tingkatkan PAD, Bantaeng kembangkan obyek wisata

Salah satu yang menjadi istimewa pada Pembukaan Pagelaran APEx ini adalah penganugerahan APEx Award 2017, dimana Kabupaten Bantaeng berhasil meraih penghargaan untuk kategori Apresiasi Hasil Penelitian Arkeologi.

Penghargaan ini diberikan dengan mempertimbangkan perhatian pemerintah kabupaten dalam bidang penelitian arkeologi. Selain itu, pemberian dukungan dan sokongan pendanaan serta kerjasama dalam dukungan kegiatan menjadikan Bantaeng layak menyandang dan meraih APEx award kategori Apresiasi Hasil Penelitian Arkeologi.

Daerah lain yang juga meraih penghargaan antara lain Kab. Soppeng untuk kategori Revitalisasi Warisan Arkeologi, dan Kab. Maros untuk kategori Pemanfaatan Kawasan Arkeologi.