Musrembang Kecamatan Mariso ‘Memanas’, Salah Seorang Peserta Menolak Hasil Musyawarah

Kecamatan Mariso
Musrembang Kecamatan Mariso, Kota Makassar

Terkini.id, Makassar – Kegiatan Musyawarah Perencanan Pembangunan (Musrembang) Kecamatan Mariso yang dilaksanakan di Travellers Hotel Phinisi berlangung ‘memanas’ sebelum memasuki sesi pemaparan terkait aspirasi tiap kelurahan.

Pasalnya, salah satu Tim Perumus Musrembang Kelurahan Mariso, Ita, menginterupsi jalannya musyawarah dengan mengatakan secara jelas ketidaksetujuannya terhadap hasil Musrembang dari Kelurahan Mariso yang menurutnya mengalami banyak revisi.

“Hasil Musrembang Kelurahan Mariso yang dibawa ke Musrembang Kecamatan Mariso mengalami banyak perubahan,” ucap Ita lewat keterangan tertulis yang diterima terkini.id, Jumat 8 Februari 2019.

Ita mengatakan dirinya diganti tanpa pemberitahuan, bahkan tanpa alasan sampai kegiatan Musrembang Kecamatan diadakan.

Selain itu, Ia mengatakan kedatangannya di Travellers Hotel Phinisi tersebut tidak membawa undangan. Dia datang semata-mata hanya karena tanggung jawab moral sebagai tim perumus.

“Saya datang, mau melihat sudah betul tidak aspirasi yang dibawa oleh warga, ternyata tidak ada sama sekali yang masuk aspirasi warga,” ucap Ita.

Tanggapan Ketua LPM Kelurahan Mariso

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Mariso, Nawir, melakukan pembelaan dengan mengatakan penggantian Ita sudah sesuai prosedur dan suratnya ada.

“Karena saudara tinggal tiga orang dari wilayah kelurahan Mariso, dan atas dasar untuk memenuhi azas keadilan, maka ibu kami ganti,” kata Nawir.

Mendengar penjelasan itu, Ita tidak terima karena yang diucapkan Nawir soal asas keadilan tidak tepat sasaran dan dirinya tidak menerima surat atas penggantian dirinya.

“Kalau ingin bicara soal keterwakilan perempuan harusnya yang diganti salah satu dari lelaki itu,” tegas Ita dengan suara lantang.

Dalam sesi wawancara, Ita membeberkan persoalan yang berlindung atas nama Musrembang.

Dalam penjelasannya Ia menegaskan Ketua LPM tidak pernah mengadakan rapat terkait perumusan aspirasi warga.

“Mereka tidak pernah dipanggil untuk menghadiri rapat tim perumus, jadi kami tidak tahu siapa yang merumuskan usulan dari Mariso, dan tiba-tiba sudah jadi,” ujarnya.

Ita berharap agar ketua LMP kelurahan Mariso, Nawir, agar diganti karena tidak pernah melakukan rapat kerja dan memanipulasi data dari aspirasi warga.

Repoter: Kamsah

Berita Terkait
Komentar
Terkini