Mustikasari, Mahasiswi Ilmu Komunikasi UMI Luncurkan Buku ‘Pelajaran Bersedih’

Mahasiswi UMI
Mustikasari, Mahasiswi Ilmu Komunikasi UMI Luncurkan Buku 'Pelajaran Bersedih'. (Foto: istimewa)

Terkini.id, Makassar – Komunitas Kosa Kata Makassar menggelar acara Peluncuran Buku ‘Pelajaran Bersedih’ karya Mustikasari, Jumat, 27 September 2019, malam.

Kegiatan yang digelar di Kopi Sentris, Jalan Sultan Alauddin II Makassar ini, dikemas dalam bentuk Dialog Sastra dengan menghadirkan para Sastrawan senior Sulsel diantaranya, M Amir Jaya (Penulis Buku ‘Liyang’), Diansi (Penulis Buku ‘Mata Sepi’), dan Yulanwar (Penulis Buku ‘Sembunyi’).

Damar l Manakku selaku Pendiri Kosa Kata sekaligus Moderator dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, kegiatan ini digelar agar para pembaca bisa belajar cara menyikapi kesedihan dan termotivasi untuk menulis.

Dalam kegiatan ini, turut dihadiri langsung Penulis Buku ‘Pelajaran Bersedih’, Mustikasari.

Kepada media, Mustikasari mengungkapkan alasannya menulis buku ‘Pelajaran Bersedih’ karena dilatarbelakangi oleh 3 alasan.

Menarik untuk Anda:

“Pertama, saya geli dengan orang dewasa saat berpisah dengan seseorang, mereka mencoba mencari pasangan yang baru. Mereka membungkam kesedihan yanga ada dalam dirinya. Padahal menurut saya tidak demikian, Alangkah baiknya kita menyikapi kesedihan itu dengan tidak terburu-buru mengganti kesedihan itu dengan orang baru. Karena mengapa? kesedihan itu tentunya akan berguna untuk ke depannya bagi diri kita,” kata mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI angkatan 2016 ini.

Mahasiswi UMI
Suasana peluncuran buku ‘Pelajaran Bersedih’ karya Mustikasari. (Foto: istimewa)

Kedua, lanjut Mustikasari, selama ini dalam pengalaman hidupnya, dirinya telah mengantongi banyak kesedihan.

“Maka jika saya menuliskan kesedihan, mungkin kesedihan itu akan berkurang. Namun, ternyata kesedihan tidak pernah merasa cukup,” ungkapnya.

“Yang ketiga, biarlah menjadi rahasia di jantung masing-masing,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, ia berharap agar pembaca bisa lebih termotivasi dan tahu cara menyikapi kesedihan.

“Pesan saya kepada para pembaca, jangan terburu-buru move on saat berpisah dengan seseorang. Lahirkan dulu karya, baru move on,” pesannya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Paisul Bandu Terima Mandat Sebagai Ketua Garda Nusantara Preneur Makassar

Sebanyak 394 Warga Makassar Ikuti Tes Usap di Kecamatan Tallo

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar