Mutiah Damrah Korban Bencana Sulteng Belum Ditemukan, Suami Sisir ke Posko Pengungsian

Mutiah Damrah (32) tahun bersama anaknya Fadyah Syafiqah (Fika) umur dua tahun merupakan korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah yang belum ditemukan hingga sekarang.

Terkini.id, – Keluarga dan Tim SAR gabungan belum juga menemukan sosok Mutiah Damrah (32) tahun bersama anaknya Fadyah Syafiqah (Fika) umur dua tahun.

Hingga hari ke empatbelas pasca terjadinya gempa M7,4 SR mengguncang Palu, Donggala dan Sigi pada 28 September 2018 lalu, korban yang berdomisili di Lorong Tabaro, Kelurahan Petobo Palu Sulawesi Tengah, asal Camba Maros Sulawesi Selatan ini belum juga ada kabarnya.

Suami korban, Ihsan saat dihubungi Makassar Terkini, Kamis 11 Oktober 2018 mengatakan saat kejadian dirinya sedang berada di kantor bersama anak pertamanya. Sementara istri dan anak bungsunya berada di rumah.

“Saat kejadian istri dan anak saya posisi di rumah. Saya posisi di kantor. Setelah gempa saya langsung kerumah ternyata sudah tidak bisa lewat,”ujar Ihsan.

Ihsan menambahkan jika dirinya terus melakukan pencarian ke sejumlah posko posko pengungsian korban gempa dan tsunami Palu, Donggala dan Sigi. Menurut Ihsan, dirinya mendapat info terakhir jika istrinya ada yang melihat berlari saat gempa terjadi.

Baca :Resnu Septian, Mahasiswa Hukum Untad Palu Belum Ditemukan Pasca Gempa

“Masih optimis mencari anak dan istri saya. Berharap mereka masih selamat. Siapa saja yang melihat anak dan istri saya mohon diinfokan ke kami. Bisa menghubungi ke nomor 62 813-5491-3858 atas nama Ihsan,”jelasnya.

Belum ditemukannya Mutiah, banyak mendapat perhatian baik dari keluarga maupun kerabarnya.

Kerabat korban, Atiqah mengatakan sudah dua pekan pasca terjadinya musibah gempa yang mengerikan itu, kebahagiaan selalu terpatahkan dengan kesedian kesedihan jika tiba tiba mengingat dirimu. Berbagai macam pertanyaan muncul tentang keberadaan Mutiah.

“Kita bukan sekedar sahabat, kita pernah sekasur berdua, sepiring berdua, sebutir telur untuk makan berdua, setengah mi instan pun berdua. Kita pernah mengumpulkan keeping-keping recehan di selip-selipan saku tas untuk makan. Susah senang itu menjadi kenangan manis yang sekarang menjadi pilu jika terus kuingat. Baik-baik di sana sayang. Dimanapun kamu berada, aapun keadaanmu, kamu tetap hidup di hatiku, di hati kami teman2 UNPACTI 04B,”tulis Atiqah di dinding Mutiah.