Nahas, murid SD di Jeneponto tewas tenggelam di empang

Kapolsek Binamu AKP Abd Rahim bersama anggotanya saat turun langsung ke tempat kejadian di Pannara Kelurahan Empoang Selatan Kecamatan Binamu (terkini.id/syarief)

Terkini.id, Jeneponto – Siswa SD Inpres 142 Pannara, Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas tenggelam di empang Kampung Pannara.

Bocah yang bernama Ibnu (8) yang baru duduk di kelas tiga SDI 142 Pannara itu ditemukan oleh warga Pannara yang berprofesi petani rumput laut.

Menurut informasi yang dihimpun terkini.id, korban jatuh tersungkur ke empang milik almarhum H Bachtiar Lau, saat pulang dari mengambil rumput laut dan akan mencuci tangannya. Ibnu lompat ke empang karena melihat ada alat tangkap ikan.

“Dari bawa rumput laut kasihan, saat mau pulang, dia singgah cuci tangan di empang, mungkin saat cuci tangan dia melihat alat tangkap ikan dan langsung lompat ke empang,” kata salah seorang warga Pannara yang bertetangga dengan korban.

Sementara, Kapolsek Binamu AKP Abd Rahim menjelaskan kronologis kejadiannya sesuai informasi dari warga setempat.

Menarik untuk Anda:

“Menurut informasi yang kita dapatkan kejadiannya sekitar pukul 14.00 Wita, dari keterangan warga yang menemukan korban, Anak itu dari pinggir pantai bermain, saat dia berjalan pulang bersama temannya, korban loncat turun ke empang karena melihat alat  tangkapan ikan di empang tersebut,” kata AKP Abd Rahim.

Sedangkan penjaga empang tersebut mengatakan, kedalaman empang yang dijaga itu kurang lebih dua meter. “Biasa kalau sore banyak orang yang memancing ,” kata Sattu penjaga Empang milik almarhum Bachtiar Lau.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ketua TP PKK Jeneponto Sebut Kreatifitas UMKM Penunjang Ekonomi di Tengah Pandemi

Vaksinasi Bisa Sukses Jika Masyarakat Membudayakan 3M

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar