Naik Lift Selama Satu Menit, Wanita Ini Tularkan Corona ke Puluhan Orang

Ilustrasi naik lift. (Foto: Detik)

Terkini.id, Jakarta – Seorang wanita di Amerika Serikat yang terkonfirmasi positif Corona tanpa gejala (OTG) menularkan virus tersebut ke 71 orang setelah dirinya naik lift selama satu menit atau 60 detik.

Kasus tersebut terungkap lewat penyelidikan yang dilakukan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Melansir laman newscom.au, kasus itu bermula pada 2 April ketika seorang pria di Provinsi Heilonjiang mengidap kondisi stroke yang parah namun belum terdiagnosis Corona.

Pria yang tak disebutkan identitasnya itu diketahui dilarikan ke rumah sakit dan ditemani tiga anaknya.

Adapun di antara mereka tanpa sadar menularkan Corona ke 28 orang di rumah sakit temasuk lima perawat dan seorang dokter.

Menarik untuk Anda:

“Sebelum didiagnosis Corona, pria itu dibawa ke rumah sakit lain untuk melakukan perawatan stroke, di rumah sakit lainnya pun ia menularkan Corona ke 20 orang,” demikian keterangan CDC seperti dikutip dari Daily Star lewat detikcom, Senin, 13 Juli 2020.

Sementara pria lain yang dikenal sebagai pasien B menunjukkan gejala virus Corona COVID-19 dan para ilmuwan menemukan bahwa jenis Corona tersebut berasal dari luar negeri.

“Semua yang kontak dekat dengan pasien B dites Corona dan mereka dinyatakan positif Corona, salah satunya adalah korban stroke tadi,” ujarnya.

“Semua orang yang pernah dihubungi pasien B atau bahkan berada di rumah sakit yang sama lantas dites Corona dan dikarantina, tetapi hampir 50 dari mereka sudah tertular virus Corona, beberapa dari mereka telah menularkan virus Corona lebih jauh,” sambungnya.

Pasien B kemudian bertemu dengan korban stroke dan putranya di sebuah pesta pada tanggal 29 Maret. Namun, dalam pesta tersebut tak ada yang dinyatakan positif Covid-19.

“Karena penularannya biasanya melalui kontak dekat, mereka melakukan tes Corona pada pasangan pria yang dinyatakan stroke dan ternyata dia pun positif Corona, bersama dengan putri mereka,” jelasnya.

Pria itu, kata laporan CDC, memang bertemu keluarganya pada 26 Maret tetapi baik ibu maupun anak perempuannya tidak melakukan perjalanan bersama sebelumnya.

“Mereka juga tidak memiliki kontak dekat dengan kasus virus Corona COVID-19,” terangnya.

Pada 9 April, tim yang melakukan pelacakan kontak memanggil seluruh penghuni apartemen yang sama dengan wanita dan anak perempuan dari pria tersebut.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui siapa yang pertama kali menjadi sumber penularan virus Corona.

Ternyata sumber penularan virus Corona berasal dari seorang wanita berinisial AO yang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat sebelumnya.

“Wanita tersebut tinggal satu lantai bersama dengan ibu dan putri dari pria yang mengidap stroke,” ujarnya.

Setelah menjalani test cepat, wanita berinisal AO itu dinyatakan positif Corona dan memiliki antibodi COVID-19.

Padahal, ketiga wanita tersebut yakni sang ibu, anak, dan wanita berinisial AO tidak melakukan kontak dekat.

Akhirnya disimpulkan bahwa ada kemungkinan sumber penularan Corona terjadi di lift apartemen tempat tinggal mereka yang digunakan oleh semua orang, termasuk wanita berinisial AO tersebut.

AO diketahui menggunakan lift sebelum akhirnya dia mengisolasi diri karena usai bepergian ke luar negeri.

“Karena itu kami percaya AO (pelancong dari AS) adalah pembawa virus tanpa gejala dan bahwa pasien B terinfeksi dari ibu dan putrinya yang menyentuh permukaan di lift gedung tempat mereka berdua tinggal,” ujar para peneliti CDC.

Peneliti CDC menggambarkan kasus tersebut sebagai penularan kasus Corona tanpa gejala yang terjadi secara luas dan menular ke puluhan orang.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Rp 4,1 Triliun APBN untuk Bantu Mahasiswa Kurang Mampu, yang Belum Dapat Lapor ke Sini

Usai Bakar Poster HRS, Beredar Video Budi Djarot Sebut Habib Rizieq Kena Tetes Darah Khawarij

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar