Naik peringkat, pertumbuhan ekonomi Sulsel tertinggi kedua nasional

Terkini.id, Makassar – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, mencatat pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2017 mencapai 7,23 persen, dengan total PDRB 2017 sebesar Rp 418,93 triliun.

Angka yang cukup tinggi itu menempatkan Sulsel sebagai provinsi dengan pertumbuhan kedua tertinggi setelah Maluku Utara, sebesar 7,67 persen.

Di bawah Sulawesi Selatan, ada Sulawesi Tengah se esar 7,14 persen, Sulawesi Tenggara 6,74 persen, dan Gorontalo 6,74 persen.

Pada 2016 lalu, Sulawesi Selatan merupakan provinsi dengan peringkat kedua pertumbuhan ekonomi tertinggi. Tahun ini, naik peringkat menjadi yang kedua.

Meskipun tertinggi kedua di Indonesia, angka pertumbuhan tersebut cenderung lebih kecil dari tahun 2016 lalu.

Kepala BPS Sulawesi Selatan, Nursam Salam, menyebutkan, pada 2016, pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 7,42 persen, dengan PDRB sebesar Rp 379,63 triliun.

“Sementara itu, pada 2017, PDRB per kapita kita Rp 48,21 juta per tahun meningkat 9,29 persen dibanding 2016 sebesar Rp 44,11 per tahun,” jelas Nursam Salam, melalui keterangan resmi yang diterima terkini.id, Senin 5 Februari 2018.

Nursam Salam menyebutkan, ada beberapa faktor yang membuat pertumbuhan ekonomi tahun 2017 tidak sekencang pada 2016.

“Salah satunya adalah perlambatan pertumbuhan di lapangan usaha pertanian, 7,86 persen pada 2016 menjadi 5,34 pada 2017. Ini karena perlambatan pertumbuhan produksi padi dari 7,73 persen di tahun 2016 menjadi 5,63 persen di 2017,” jelas dia.

Penyebab perlambatan itu, kata dia, semata-mata karena hampir sepanjang 2017, terjadi gangguan cuaca/iklim di kantong-kantor produksi padi di sejumlah daerah di Sulsel.

Meski begitu, terang dia,produksi padi tetap meningkat dari 1,12 juta ton pada tahun 2016 menjadi 1,18 juta ton di tahun 2017.

Selain itu, Sulawesi Selatan yang dikenal mengandalkan ekspor, juga cenderung anjlok.

“Terjadi penurunan devisa (hasil ekspor), dari USD 303,40 juta (Rp3,9 triliun) pada tahun 2016, turun menjadi USD 125,34 juta (Rp1,62 triliun),” jelas dia.

 

Komentar

Rekomendasi

Prediksi The Economist: Hampir Semua Negara G20 Resesi, Kecuali Indonesia dan 2 Negara Ini

Harga Gula Pasir di Kabupaten Bone Meroket, Begini Temuan di Lapangan

Optimalkan Layanan, BNI Syariah Relokasi Kantor Cabang Veteran Makassar

Kena Pajak Cukai, Harga Kantong Plastik Naik Jadi Rp500 Per Lembar di Minimarket

Jiwasraya dan Window Dressing

Dream Tour-Batik Air Buka Penerbangan Makassar-Jeddah, Bidik 20.000 Jemaah Per Bulan

Edhy Prabowo Genjot Rencana Ekspor Benih Lobster: Saya Tidak Akan Mundur

2020, BI Prediksi Ekonomi Sulsel Bakal Lebih Baik dari Tahun Ini

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar