Najib Razak Ditangkap Usai Aksi 812 Malaysia, Saat Istrinya Sedang Ultah

Najib Ditahan (astroawani.com)

Terkini.id, Jakarta – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak kembali ditangkap untuk ketiga kalinya oleh Komisi Antikorupsi Malaysia.

Najib ditangkap terkait skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Najib ditangkap saat momen hari ulang tahun istrinya, Rosmah Mansor.

Saat penangkapan itu, Rosmah Mansor berulang tahun yang ke-67. Putri Najib, Nooryana Najwa, mem-posting status terkait penangkapan itu.

“Saya tahu hari ini bukan hari termudah bagi kita. Namun mari kita luangkan waktu untuk bersyukur kepada Allah bahwa kita semua sehat, hidup, dan masih bisa membantu orang lain yang membutuhkan,” tulis Nooryana Najwa dalam posting di Instagram seperti dilansir media Malaysia, The Star, Senin 10 Desember 2018.

“Selamat ulang tahun untuk ibuku satu-satunya. Cinta akan membawa kita melalui itu semua,” tulisnya lagi.

Najib ditangkap sekitar pukul 11.00 waktu setempat di kantor pusat Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC), beberapa menit setelah dia tiba untuk kembali ditanyai mengenai perubahan laporan audit akhir 1MDB.

Najib Razak terlihat memasuki kantor pusat MACC pada pukul 10.42 waktu setempat. Sumber MACC mengatakan Najib akan dibebaskan jika dia bisa menyediakan uang jaminan.

Penangkapan Najib ini dilakukan hanya beberapa hari setelah aksi demo besar-besaran pada Sabtu (8/12) lalu di Kuala Lumpur. Aksi yang juga diikuti oleh Najib itu didukung oleh dua partai oposisi terbesar Malaysia, United Malays National Organisation (UMNO), dan Parti Islam Se-Malaysia (PAS).

Aksi yang disebut sebagai Aksi 812 itu awalnya dimaksudkan untuk memprotes rencana pemerintah Mahathir meratifikasi ICERD (International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination) atau Konvensi Internasional tentang Penghapusan Semua Bentuk Diskriminasi Rasial, sebuah konvensi PBB mengenai larangan diskriminasi rasial.

Menurut sejumlah pengamat, Najib dan partainya menggunakan Aksi 812 untuk mengalihkan perhatian dari dakwaan-dakwaan korupsi terhadap dirinya, istrinya, dan mantan pejabat-pejabat pemerintahannya.

Penangkapan ini merupakan ketiga kalinya untuk Najib. Sebelumnya, Najib ditangkap untuk kasus serupa pada 3 Juli dan 19 September 2018. Najib bisa menyediakan uang jaminan sehingga bisa dibebaskan.

Berita Terkait