Nama HBS Kembali Viral! Seakan Ada yang Ditutupi Soal Tragedi 50 KM, TP3: Ia Dipolisikan, Padahal Ia Bicara Fakta!

Terkini.id, JakartaBahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka terkait berita bohong mengenai kasus tragedi 50 KM tempo lalu.

Selain Bahar, polisi juga menetapkan TR pengunggah video ceramah Bahar.

Ia juga terjerat kasus penyebaran ujaran kebencian di sejumlah ceramahnya.

Baca Juga: Dihukum 6 Bulan Penjara, Bahar bin Smith Bebas 1 September...

Hal ini berawal dari ceramah Bahar bin Smith di wilayah Margaasih, Kabupaten Bandung pada 11 Desember 2021.

Ceramah tersebut diunggah oleh TS ke akun Youtubenya dan disebarkan hingga viral di media sosial. Polisi kemudian memeriksa sejumlah saksi. Lalu pada tanggal 30 Desember 2021, polisi melayangkan surat pemanggilan pada Bahar. 

Baca Juga: Soroti Vonis Penjara Bahar Bin Smith, Chusnul Chotimah: Indonesia Darurat...

Setelah kasus tersebut mencuat, viral video debat antara Komandan Korem (Danrem) Surya Kencana Brigjen TNI Achmad Fauzi dengan Bahar bin Smith. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 31 Desember 2021.

Saat itu jenderal bintang satu itu mendatangi pondok pesantren milik Bahar di kawasan Kemang, Bogor, Jawa Barat. Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 061 Surya Kencana Mayor Ermansyah mengatakan kedatangan Achmad Fauzi untuk menyampaikan pesan agar isi ceramah Bahar tidak mengandung unsur provokasi.

Diketahui sebelumnya bahwa Habib Bahar Bin Smith ini telah berulang kali dipolisikan akibat ceramahnya yang dinilai mengandung unsur SARA.

Baca Juga: Soroti Vonis Penjara Bahar Bin Smith, Chusnul Chotimah: Indonesia Darurat...

Menanggapi pelaporannya soal ceramah yang membeberkan soal tragedi 50 KM, banyak warganet yang mendukung.

TP3 juga menyebut bahwa apa yang disampaikan oleh Habib Bahar Bin Smith soal tragedi tersebut adalah kebenaran yang dinilai sedang ditutupi sejumlah oknum yang terlibat.

“MUI memercayakan penuh kepada aparat Polri dalam memproses hukum kasus Bahar bin Smith, tersangka menyebarkan berita bohong yang mengandung unsur ujaran kebencian serta SARA. Diharapkan tidak tebang pilih, karena banyak yang lain sudah dilaporkan tapi tak secapat prosesnya” tulis akun @pengabdeenegara.

“TP3 Bilang, HBS tidak menyebarkan berita Bohong, Apa yang disampaikan HBS adalah Fakta” tulis akun lain @Lelaki_5unyi.

Bagikan