NasDem, PPP Berpotensi Dua Kursi di Dapil Makassar A, Gerindra dan Golkar Bersaing

Lembaga Pedoman Suara Indonesia (PSI) merilis hasil survei Calon Legislatif (Caleg) DPRD Sulsel Dapil I atau Makassar A, di Warkop Dottoro Makassar, Kamis 11 April 2019. /Nasruddin

Terkini.id — Direktur lembaga survei, PT Pedomab Suara Indonesia (PSI), Arief Wicaksono mengungkapkan bahwa tiga partai politik berpotensi meraih dua kursi DPRD Sulsel Dapil I atau Makassar A, pada Pemilu 17 April 2019.

Tiga partai tersebut yakni, Partai NasDem, PPP dan Gerindra. Hal itu mengacu pada hasil survei PSI yang dilakukan pada 20 – 27 Maret 2019.

Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 740 responden. Sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Diperkirakan Margin of error sebesar ±5 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan sebesar 30 persen dari total sampel dengan cara monitoring dan pendampingan saat wawancara dan crosscheck pasca wawancara.

“Kalau dilihat hasil survei, NasDem, PPP dan Gerindra berpotensi raih dua kursi di Dapil Makassar A,” kata Arief Wicaksono, di Warkop Dottoro Makassar, Kamis 11 April 2019.

Calon Legislatif (Caleg) dari tiga partai tersebut dinilai memiliki kontribusi besar untuk mendulang suara partai. Sehingga memberikan efek menaikkan elektabilitas partai pada survei PSI.

Hampir dipastikan, Partai NasDem akan menjadi pemenang di Dapil I, Andi Rachmatika Dewi diprediksi akan memperoleh suara kurang lebih 25 ribu. Berdasarkan Elektabilitas Caleg berdasarkan Internal partai:

Partai NasDem,
Rachmatika Dewi 52,0 persen
Andi Muh Arham Basmin 18,5 persen
Riska Mulfiati Lutfi 11,8 persen
ARidwal Djabir 8,6 persen
Bob Wahyudin 6,5 persen
Andre Prasetyo Tanta 1,1 persen
Rini Hersini Duyo 1,1 persen

“Di NasDem, berdasarkan hasil survei dan menggunakan metode teknik Sainte Lague, Rachmatika Dewi dan Andi Muh Arham Basmin dipastikan lolos,” paparnya.

PPP
Imam Fauzan AU 38,6 persen
Abdul Wahid Ismail 35,1 persen
Hikma Harun 7,0 persen
Andi Yusniati 5,3 persen
Nursanti 5,3 persen
Eko Bramandiko 5,3 persen
Imran Eka Saputra 1,8 persen

“PPP dua kursi, yakni, Imam Fauzan dan Wahid Ismail,” paparnya.

Sementara Gerindra juga berpotensi dua kursi, hanya saja harus bersaing dengan Partai Golkar yang juga memiliki peluang dua kursi. Adapun elektabilitas Caleg berdasarkan Internal partai:

Gerindra
Andi Parenrengi 32,1 persen
Edward Wijaya Horas 20,8 persen
Doddy Amiruddin 11,3 persen
Yusliana 9,4 persen
Andi Sultan Ramli 7,5 persen
Masyita Baharuddin 5,7 persen
Andry Suryana 1,9 persen
Adriani Indahwati 1,9 persen
Ayman Adnan 1,9 persen

Golkar
Kadir Halid 34.0 persn
Sherly Farouk 26,0 persen
Andi Debbie 12.0 persen
Irwan Muin 8,0 persen
Andi Bunga 6.0 persen
Gunadil Saleh 4.0 persen
Chairul Tallu 2,0 persen
Abdul Talib 2,0 persen
Adi Franky 2,0 persen.

“Walaupun Gerindra dan Golkar bersaing, namun Gerindra lebih diuntungkan dengan efek ekor jas, atau pengaruh Pilpres yang mengusung Prabowo-Sandi,” ujarnya.

Adapun elektabilitas Caleg:
1. Rahmatika Dewi (NasDem) dengan elektabilitas 10.5 persen,
2. Imam Fauzan (PPP) 4.7 persen
3. Rudy Pieter Goni (PDIP) 4.0 persen
4. Abdul Wahid Ismail (PPP) 3.8 persen
5. Andi Parenrengi (Gerindra) 3.6 persen
6. Kadir Halid (Golkar) 3.6 persen
7. Andi Muhammad Arham Basmin (NasDem) 2.8 persen
8. SHERLY FAROUK AMD (Golkar) 2.6 persen
9. Edward Horas (Gerindra) 2.4 persen

“Semua ini kita dapatkan melalui potret yang ada di lapangan, hasil survei ini masih prediksi. Masih bersifat sementara bukan final,” kata Direktur PT PSI, Arief Wicaksono.

Berita Terkait
Komentar
Terkini