Novel Cs Diangkat Jadi ASN Polri, Pengamat Ingatkan: Jangan Sampai Justru Kacaukan Keadaan dan Struktur yang Sudah Baik

Terkini.id, Jakarta – Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengomentari soal pengangkatan Novel Baswedan dan 43 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri.

Ia mengingatkan Polri bahwa jangan sampai pengangkatan Novel Cs malah mengacaukan keadaan dan struktur yang sudah baik dalam tubuh institusi tersebut.

Pasalnya, penerbitan Peraturan Polri 15/2021 tentang Pengangkatan Khusus dari 57 Eks Pegawai KPK menjadi ASN di Lingkungan Polri bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi, yakni UU 2/2002 tentang Polri.

Baca Juga: Ketua KPK: Pemangku Kepentingan Harus Tumbuhkan Lingkungan Berintegritas, Novel Baswedan:...

Dijelaskan dalam ayat 1 pasal 20 UU Polri bahwa pegawai negeri pada Polri terdiri dari anggota Polri dan pegawai negeri sipil.

Sementara, ayat 2 menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil yang dimaksud berlaku ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian.

Baca Juga: Pengamat Sebut Telah Terjadi New Oligarki Baswedan, Ada Apa?

Singkatnya, pengangkatan PNS di lingkungan Polri harus berdasarkan UU ASN 5/2014 sebagai payung hukumnya.

“Dari aspek hukum pengangkatannya harus sesuai dengan prosedur dan tata cara yang diatur menurut peraturan perundang-undangan yang ada, Jangan sampai cacat prosedur yang akan dengan mudah untuk dilakukan upaya hukum ke pengadilan,” kata Saiful pada Minggu, 12 Desember 2021, dilansir dari RMOL.

Ia pun meminta Polri memperhitungkan secara matang terkait pengangkatan para mantan pegawai KPK tersebut.

Baca Juga: Pengamat Sebut Telah Terjadi New Oligarki Baswedan, Ada Apa?

Saiful mengingatkan bahwa jangan sampai pengangkatan tersebut justru menghambat dan mencoreng Polri yang terus berbenah di tengah turbulensi berbagai macam isu yang menimpa Polri.

Ia khawatir Polri akan gagal dalam memantau dan mengendalikan Novel Cs setelah diangkat menjadi ASN Polri.

Saiful Anam menyinggung bahwa ia tidak ingin kejadian-kejadian sebelumnya di KPK terulang di institusi Polri.

“Saya kira hal tersebut juga harus menjadi perhatian serius oleh Polri,” kata Saiful Anam.

“Jangan sampai pengangkatan mereka justru bukan mengarah ke yang lebih baik, akan tetapi justru mengacaukan keadaan dan struktur yang sudah baik di dalam tubuh Polri,” lanjutnya.

Bagikan