Nurdin Abdullah Ditangkap KPK, Said Didu: Menjijikkan, Negeri Ini Harus Dibebaskan dari Para Cukong

Terkini.id, Jakarta – Muhammad Said Didu menanggapi berita penangkapan Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menegakan bahwa penangkapan tersebut merupakan hal yang memalukan, memuakkan dan menjijikkan.

“Memalukan, memuakkan, menjijikkan. Negeri ini harus bebas dari para cukong,” tulis Said Didu di akun twitter @msaid_didu pada Sabtu, 27 Februari 2021.

Said Didu membagikan cuitan tersebut bersama tautan sebuah berita berjudul ‘KPK Tangkap Gubernur Sulawsi Selatan Nurdin Abdullah.’

Baca Juga: KPK Ungkap Ada 1.550 Koruptor: Tapi Masih Ada 262 Juta...

Alam cuitannya yang lain, Said Didu juga menyoroti bahwa Nurdin Abdullah dulu diusung oleh PKS sebagai bupati dan diusung oleh PDIP sebagai gubernur.

“Dulu waktu Bupati sebagai PKS, saat maju Gubernur sebagai PDIP,” tulis Said Didu menjawab pertanyaan warganet yang menanyakan partai Nurdin Abdullah.

Baca Juga: Waduh! Ada Pegawai BUMN Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Nurdin...

Untuk diketahui, KPK telah membenarkan bahwa mereka melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Nurdin Abdullah terkait dugaan korupsi pada Jumat, 26 Februari 2021, tengah malam.

“Benar, hari Jumat 26 Februari 2021 tengah malam, KPK melakukan giat tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi,” kata Ali Fikri, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK pada Sabtu, 27 Februari 2021, dilansir dari Kompas.

Kendati demikian, KPK belum menyampaikan informasi lengkap terkait dugaan korupsi tersebut.

Baca Juga: KPK Geledah Kediaman Bos PT PKN Makassar, Berkaitan Kasus Nurdin...

“Informasi lebih lengkap kasusnya, siapa saja yang ditangkap dan barang bukti apa yang diamankan, saat ini belum bisa kami sampaikan,” ujarnya.

“Tim masih bekerja, dan perkembangannya nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan semua,” sambungnya.

Informasi juga diberikan oleh Nurul Ghufron, Wakil Ketua KPK bahwa Nurdin saat ini sudah tiba di Jakarta setelah diterbangkan dari Sulawesi Selatan.

“Betul, yang bersangkutan sedang dibawa ke KPK, baru sampai di Jakarta,” kata Nurul pada Sabtu, 27 Februari 2021.

Sponsored by adnow
Bagikan