Nurdin Abdullah Dukung AGH Abdul Rahman Ambo Dalle sebagai Pahlawan Nasional

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) membuka seminar penganugerahan Pahlawan Nasional Anre Gurutta (AGH) KH Abdul Rahman Ambo Dalle di Auditorium Kampus IAIN Parepare, Kota Parepare, Jumat 26 Oktober 2018. /Nasruddin

Terkini.id — Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) membuka seminar penganugerahan Pahlawan Nasional Anre Gurutta (AGH) KH Abdul Rahman Ambo Dalle di Auditorium Kampus IAIN Parepare, Kota Parepare, Jumat 26 Oktober 2018.

Seminar ini mengangkat tema “Dari DDI untuk Nusantara”. Juga dihadiri oleh Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Anggota DPR RI Hamka Haq, Anggota DPRD RI Ridwan Witiri dan Anggota DPR RI Jamaro Dulung. Serta para pengurus Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI).

Nurdin Abdullah membeberkan bahwa Hamka Haq yang menginisiasi agar nama KH Abdurrahman Ambo Dalle selaku pemimpin dan pendiri DDI diajukan sebagai tokoh nasional asal Sulawesi Selatan.

“Ini diawali oleh Bapak Profesor Hamka Haq bersilaturahmi dengan kami, sekaligus berdiskusi bagaimana kalau kita mengusulkan KH Ambo Dalle. Saya langsung mengamini dan dukung bukan lagi 100 persen tetapi 1000 persen,” kata Nurdin Abdullah.

Pada seminar ini, Ia berharap para peserta bisa memberikan pandangan akan perjuangan yang diberikan oleh pemimpin kharismatik ini.

“Banyak orang cerdas tetapi melanggar etika dan moral. Dan lembaga yang kita dambakan ini ke depan dapat menghasilkan pemimpin yang berkarakter,” sebutnya.

NA pun berharap bahwa, akan lahir sosok pemimpin ke depan seperti Ambo Dalle. Sehingga dapat melahirkan negara yang kuat.

Untuk ulama ini, setelah seminar maka akan diajukan ke Pemerintah Pusat RI, kepada Presiden RI Jokowi sebagai salah satu kandidat.

“Mudah-mudahan Presiden bisa merestui usulan Sulsel ini dan sekarang saya kira beliau, kita tidak perlu pertanyakan lagi, beliau sudah mencetak manusia-manusia unggul yang sekarang, banyak menjadi pemimpin-pemimpin di negeri ini,” paparnya.

Perjuangannya tidak melalui senjata, namun sebagai ulama besar yang mampu mengantar kepada kemerdekaan RI.

Sementara itu, Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, menyebutkan, kota ini sebagai kota ulama dan santri, maka fokusnya adalah membangun infrastruktur pendukung juga lurus dengan pembangunan religi.

“Parepare sebagai Kota Ulama pendekatan utama saya pada ulama, kepada perguruan tinggi, Parepare harus dibangun dengan infrasteuktur berbanding lurus dengan kota religius,” ujarnya.

Ia juga mencanangkan Parepare, selain sebagai Kota Ulama dan Santri, juga dikenal sebagai kota Habibie juga sebagai kota Nurdin Abdullah.

“Sekarang ini saya canangkan, bahwa Parepare sebagai kota santri dan kota BJ Habibie juga sebaga kotanya Pak Gubernur Sulsel, bukan tanpa alasan karena Parepare adalah tempat lahir Profesor Nurdin Abdullah,” paparnya.

Pada kesempatan ini, NA juga memberikan bantuan dari Pemprov Sulsel untuk pembangunan Asrama Tahfidz Pondok Pesantren DDI Ujung Lare sebesar Rp 300 juta.

Berita Terkait