Nurdin Abdullah Mengaku Pernah Terima Uang 150 Ribu Dolar Singapura Untuk Menangkan Tomy Satria

Terkini.id – Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah mengaku pernah menerima uang 150 ribu Dolar Singapura jika dirupiahkan sekitar Rp1,5 miliar dari Agung Sucipto.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus korupsi dugaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Sulsel, Agung Sucipto.

Sidang keempat digelar di ruangan Harifin Tumpah Pengadilan Negeri Makassar, Kamis 10 Juni 2021. 

Baca Juga: Saksi Sebut Nurdin Abdullah Tak Terlibat Bantuan Dana CSR Masjid

Nurdin Abdullah yang saat ini berstatus tersangka, dihadirkan secara virtual dari Rutan KPK Cabang Pomdam Guntur Jaya setelah ditetapkan jadi tersangka dalam kasus tersebut.

Dikutip dari Suarasulsel.id, Nurdin Abdullah dalam persidangan mengaku mengenal Agung Sucipto sejak menjabat sebagai Bupati Bantaeng. Begitu pun dengan tersangka Edy Rahmat dan Sari Pudjiastuti.

Baca Juga: KPK Segera Panggil Anies Terkait Korupsi Munjul, Firli: Mungkin Minggu...

Anggung, sapaan untuk Agung Sucipto, pernah memberikan uang 150 ribu dolar Singapura, kepada Nurdin Abdullah.

Uang itu untuk memenangkan Calon Bupati Bulukumba 2020, Tommy Satria. Kata Nurdin Abdullah, Anggung meminta agar calon usungannya dimenangkan.

“Sebenarnya (dolar) itu untuk Pilkada karena basisnya Pak Anggung di sana. Kita sudah sepakat mengusung seorang calon di sana. Tiba-tiba Anggung datang bawa uang itu,” ujar Nurdin Abdullah.

Baca Juga: Soal Korupsi Lahan Munjul, KPK: Segera Panggil Anies

Ia mengaku uang itu digunakan untuk membayar saksi, baju partai, dan alat peraga lainnya. Anggung menyampaikan bahwa saat itu mereka mendukung Tommy Satria.

“Beliau (Anggung) sudah menyampaikan bahwa kami siap dukung. Jadi uang itu bukan untuk pribadi saya, tapi untuk pilkada Bulukumba,” bebernya.

Ia mengaku tak pernah ada pembahasan secara spesifik soal proyek ketika bertemu dengan Agung Sucipto. Bahkan ketika masih menjabat di Bantaeng, Anggung tidak pernah meminta paket proyek.

“Kalau kami ketemu, kita tidak pernah bahas proyek. Hanya perkembangan Sulsel, politik, karena beliau juga salah satu pengurus partai,” sebutnya.

Bagikan