Nyinyiri Asian Games, Roy Suryo Ternyata Belum Kembalikan Barang Negara

Terkini.id, Makassar – Politisi Partai Demokrat, Roy Suryo sempat membuat heboh karena pernyataannya yang pesimis soal target Asian Games 2018.

Roy Suryo mengaku kurang yakin target pemerintah meraih 16 emas bisa tercapai.

Namun, saat pemerintah membuktikan diri sukses meraih emas melewati target (hingga 31 emas), Roy Suryo kembali berkicau.

Menurut dia, target itu tercapai karena Indonesia adalah tuan rumah. “Ini baru REALISTIS dari Target, karena Indonesia TUAN RUMAH,” tulis Roy Suryo melalui akun twitternya.

Pernyataan itu pun dibalas sejumlah netizen, karena status tersebut menunjukkan Roy Suryo tak mengapresiasi kesuksesan atlet Indonesia yang meraih emas.

Akan tetapi berselang beberapa hari setelah ribut-ribut tersebut, ketahuan Roy Suryo belum mengembalikan barang milik negara yang dia pakai saat masih menjadi Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

Itu terlihat setelah Kementerian Pemuda dan Olahraga atau Kemenpora kembali menyurati mantan Menpora Roy Suryo terkait barang milik negara (BMN) yang ia bawa selama menjabat.

Surat dari Kemenpora itu beredar di media sosial.

Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto membenarkan surat tersebut.

Surat bernomor 513/SET.BIII/V/2018 itu dibuat pada 1 Mei 2018 lalu. Di sana disebutkan Roy belum mengembalikan sebanyak 3.226 unit barang.

Tak ada penjelasan rinci barang-barang apa saja yang masih dibawa Roy. Akan tetapi, dalam surat itu dijelaskan barang-barang itu masih terkait dengan barang yang belum dikembalikan Roy pada 2016 silam.

Surat itu menyebutkan Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan pemeriksaan di Kemenpora selama tiga bulan terakhir. Hasil pemeriksaan menemukan bahwa ribuan BMN belum dikembalikan.

Kemenpora meminta barang segera dikembalikan dalam rangka pelaksanaan inventarisasi. Hal ini disebutkan perlu dilakukan agar akuntabilitas pengelolaan barang di Kemenpora dapat dipertanggungjawabkan.

Beberapa peralatan yang diduga belum dikembalikan itu seperti antena SHF/parabola jenis Jack 7 200 seharga Rp36.555, serta lensa Accam Lens NKN afs 200-400 Rp 80,8 juta. Ada juga matras seharga Rp 4 juta, pompa air Rp 20 juta, karpet impor Turki Rp 69,4 juta, kamera digital Nikon D3X Rp 65,3 juta, hingga komponen alat pemancar senilai Rp 106,8 juta.

Berita Terkait
Komentar
Terkini