Oknum Polisi di Soppeng Diduga Pungli, Ini Tanggapan Pemerhati Sosial

Soppeng
Propam Soppeng

Terkini.id, Soppeng – Pemerhati Sosial di Kabupaten Soppeng, Agus Iskandar, buka suara terkait dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum polisi dengan meminta uang senilai Rp 1 juta ke pedagang cakar.

Dirinya mengungkapkan bahwa jika pihak pedagang tersebut sudah memiliki surat izin dari pemerintah, maka tempat itu sudah sah untuk dijadikan tempat berjualan.

“Jika sudah memilik izin yang punya tempat (terminal) untuk digunakan sebagai tempat menjual berarti tempat itu sah sebagai tempat jualan, dan penjual berhak untuk menjual. Jadi tidak satupun pihak yang boleh melarang untuk menjual,” ucap Agus Iskandar, Minggu, 8 Desember 2019.

Lanjut Agus, jika ada permintaan berupa uang ke pedagang secara tidak resmi dan tidak didasari dengan regulasi maka menurutnya hal itu sudah termasuk Pungli.

“Apapun alasannya, jika ada permintaan berupa uang, jika tidak resmi dan tidak didasari dengan regulasi, itu adalah pungli. Mana tim seber pungli yang pernah dibentuk?” tegas Agus.

Dirinya meminta agar pihak kepolisan menjelaskan hal tersebut kepada masyarakat apabila yang dilakukan oleh oknum polisi itu sudah sesuai dengan prosedur.

“Kapolres harus menjelaskan ke masyarakat tentang hal ini, apakah yang dilakukan anggotanya ini sudah sesuai prosedur atau tidak, jika memang sesuai prosedur, apa dasarnya, dan jika tidak sesuai prosdur maka harus ditindak tegas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepolisan Resort Soppeng juga sudah memeriksa oknum polisi yang diduga melakukan Pungli terhadap pedagang cakar.

Hal itu diungkapkan Kanit Propam Polres Soppeng, Ipda Norta Jaya. Ia mengatakan bahwa dirinya tak dapat berkomentar banyak mengenai kasus Pungli yang dilakukan oknum polisi Polsek Lilirilau.

Menurutnya, selain oknum polisi tersebut, Kapolsek Liliriau juga sudah dilakukan interogasi.

“Sudah semua diinterogasi di Paminal, nanti konfirmasinya sama pimpinan kami,” ungkapnya.

Diketahui, salah satu pedangang cakar, Sapri, mengeluhkan ulah oknum polisi yang diduga meminta uang pengamanan senilai Rp 1 juta dimana uang tersebut disebutkan sebagai salah satu persyaratan izin pengamanan agar dirinya bisa berjualan di Terminal Cabbenge, Soppeng.

Sementara Kapolsek Lilirilau Iptu Sainuddin membenarkan jika pihaknya telah meminta uang ke pedagang cakar untuk digunakan sebagai uang pengamanan.

Komentar

Rekomendasi

Update Corona Kabupaten Soppeng, Jumlah ODP Bertambah Jadi 4 Orang

Andi Kaswadi Pimpin Tim Covid-19 Soppeng Semprot Disinfektan

Dua Warga ODP Covid-19 di Soppeng Dalam Pengawasan Tim Kesehatan

Kaswadi Razak Pantau Satgas Gugus Pengendalian Virus Corona di Perbatasan Soppeng

Cegah Virus Corona, Pemda Soppeng Lakukan Pemeriksaan di Perbatasan

Cegah Penyebaran Corona, Pemda Soppeng Tunda HJS ke-759

Dirut RSUD Latemammala Soppeng Bantah Punya Pasien Covid 19

Jelang Soppeng Fun Run 2020, Panitia Siapkan 126 Personel Pengamanan dan Petugas Medis

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar