Oknum TNI Terduga Pembunuh Kasir Cantik Minimarket Terancam Hukuman Mati

Kasir Minimarket
Oknum TNI Terduga Pembunuh Kasir Cantik Minimarket Terancam Hukuman Mati

Terkini.id, Musi Banyuasin – Kabar kematian kasir minimarket Vera Oktaria (20) baru-baru ini ramai diperbincangkan publik. Pasalnya, korban ditemukan tewas termutilasi di kamar penginapan.

Gadis cantik ini ditemukan sudah tidak bernyawa di penginapan Sahabat Mulia, Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, pada Jumat 10 Mei 2019.

Mayat korban pertama kali ditemukan penjaga penginapan, Nurdin (30). Saat itu, ia mengaku curiga dengan bau busuk dari kamar 06, tempat korban menginap.

Nurdin pun sempat mengetuk kamar tersebut, namun tak ada jawaban dari korban. Akhirnya, ia pun bergegas untuk menelpon polisi.

Saat polisi tiba dan mendobrak kamar tersebut, Vera ditemukan sudah tewas dengan kondisi membusuk dan tanpa busana. Yang lebih sadisnya, tangan korban sudah dalam keadaan terpotong dan ditutupi selimut.

Hasil cek DNA korban

Kasir Minimarket
Vera Oktaria semasa hidup. (foto: tribunnews.com)

Dilansir dari Grid, Minggu, 12 Mei 2019, korban teridentifikasi setelah ibu korban Suhartini (50) mengaku putrinya tidak pulang selama beberapa hari.

Setelah Suhartini melakukan cek DNA di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, ditemukan kecocokan dengan jenazah. Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mencari tersangka yang dengan keji telah membunuh Vera Oktaria.

Pembunuhan terhadap kasir Indomaret, diduga dilakukan oleh oknum TNI, yang juga mantan kekasih korban. Prada Deri Pramana yang diduga menjadi tersangka merupakan siswa Dikjur Tamtama Infanteri Ridam II/SWJ yang Disersi dari Dodik Latpur Baturaja.

Menurut Kasub Denpom, DP lari dari Dodiklatpur (Komando Pendidikan dan Latihan Tempur) sejak 4 Mei 2019.

Saat ini Deri masih dalam pengejaran petugas yang berwajib. Bila Deri terbukti menjadi tersangka terhadap kasir Indomaret, tak hanya dipecat, Deri juga terancam hukuman mati.

Pelaku terancam hukuman mati

Kasir Minimarket
Terduga pelaku pembunuh Vera Oktaria, Prada Deri Pramana. (foto: menitpertama.id)

Dilansir dari Antaranews, Minggu, 12 Mei 2019, Oknum TNI-Ad Prada BD dari Kesatuan Yonif 623/BWU yang diduga sebagai pelaku pembunuhan, yang dilakukan pada 11 Maret 2015, terancam dikenakan hukuman mati.

Komandan Detasemen Polisi Militer Banjarmasin Letnan Kolonel (CPM ) Abidin SH mengatakan pasal yang disanksikan kepada Prada BD antaranya pasal 338 Tentang Pembunuhan Jo Pasal 340 Tentang Pembunuhan Berencana.

Kedua pasal tersebut tertuang dalam kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun,” bunyi pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dikutip dari laman hukumonline.com.

Sedangkan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana berbunyi, “barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.”

Tidak menutup kemungkinan oknum TNI DP yang diduga sebagai pelaku pembunuhan kasir Indomaret dapat dijerat dengan hukum penjara selama 15 tahun bahkan hingga hukuman mati.

Komentar

Rekomendasi

Diperiksa KPK, Ini Pembelaan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal Harun Masiku

Biadab, Pemuda Ini Tega Bunuh Ibu Kandungnya dan Bakar Rumah

Dituding Sebar Berita Bohong Soal PBB, Petinggi Sunda Empire Dilapor ke Polisi

Bareng TP PKK Majene, FKG Unhas Peringati HUT ke-70 PDGI

Beredar Video Call Mesum Diduga Oknum Kades dengan Seorang Perempuan

Videonya Viral, Pria yang Onani di Atas Motor Depan Bocah Perempuan Ditangkap

Keluarkan Fatwa, PP Muhammadiyah Sebut Vape Haram

Danramil 1408-03/Wajo Pimpin Apel Pemantauan dan Pengamanan Sejumlah Klenteng

Mahasiswa UNIFA Makassar Gelar Kampanye Makanan Bergizi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar