Ombudsman Temukan Permasalahan PPDB Makassar

Terkini.id, Makassar – Komisioner Ombudsman Makassar, Muh. Irwan mengatakan pihaknya telah menemukan banyak permasalahan terhadap proses penerimaan peserta didik baru atau PPDB 2020/2021 jalur zonasi maupun jalur non zonasi.

Laporan tersebut, kata Irwan masih menumpuk dan tidak diselesaikan oleh Panitia PPDB Kota Makassar.

“Banyak laporan masyarakat terkait pengelolaan sistem PPDB yang berlangsung secara daring ini karena permasalahan pengelolaan,” kata dia, Selasa, 21 Juli 2020.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Pemerintah Kota Makassar Ukur Kekebalan Tubuh Warganya...

Irwan mengatakan ada calon siswa yang seharusnya lulus tapi tidak diluluskan lanataran masalah sistem atau sebab terjadinya indikasi pengubahan-pengubahan secara subjektif.

“Tim yang kami tugaskan di lapangan menghimpun berbagai laporan yang ditindaki berdasarkan data calon siswa yang dikeluhkan secara eksklusif dan disampaikan dengan data pula,” kata dia.

Baca Juga: Agar PPKM Mikro Lebih Efektif, Epidemiologi Unhas: Perketat Pintu Masuk...

Pihaknya telah mengkaji permasalahan tersebut sesuai dengan selisih dan verifikasi faktual.

Ia mengatakan titik koordinat banyak bermasalah, begitupun pada penghitungan skor lantaran banyak terjadi pengubahan secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan calon siswa ataupun orang tua calon siswa.

“Pihak Disdik menerima banyak keluhan secara tertulis dari masyarakat harusnya aduan itu ditindak lanjuti dong.

Baca Juga: Antisipasi Varian Baru Covid Masuk Ke Makassar, Ini Yang Akan...

Jangan sampai itu cuma menjadi kertas yang menumpuk dan tidak berguna.

“Kami meminta kepada Panitia PPDB untuk menunda proses pendaftaran ulang dengan menuntaskan lebih dahulu seluruh laporan yang ada melalui kajian faktual,” sambung Irwan.

Menurutnya, perlu ada proses dahulu sebelum mengeluarkan ketetapan kelulusan, karena beberapa laporan yang diterima telah cukup bukti.

Diketahui, per tanggal 20 Juli 2020, prosesi PPDB memasuki tahapan Pendaftaran Ulang atas hasil Pengumuman yang sebelumnya telah dikonfirmasi daftar siswa yang lulus di masing-masing sekolah.

“Jika tahapan pendaftaran ulang ini tetap dilanjutkan, maka banyak pendaftar yang dirugikan mengingat tahapan pendaftaran ulang ini diperuntukkan hanya bagi yang telah ditetapkan lulus,” ungkapnya.

Banyaknya permasalahan dan kekeliruan dalam pengelolaan PPDB ini mengakibatkan kekecewaan masyarakat sehingga memunculkan berbagai indikasi kecurangan.

Saat ini, kata dia, Ombudsman Makassar sedang menyiapkan desk laporan untuk melakukan verifikasi faktual dengan membentuk Timsus terhadap realisasi daya tampung jenjang SD sebanyak 23.568 calon peserta yang tersebar dalam 314 sekolah.

Sementara, ada 21.378 calon peserta jenjang SMP yang tersebar dalam 56 sekolah yang telah dinyatakan lulus.

“Berdasarkan laporan tersebut akan ditindaklanjuti atas temuan yang dilaporkan guna menjadi bahan untuk menerbitkan Rekomendasi terhadap pelaksanaan PPDB ini,” pungkasnya.

Bagikan