Masuk

OMG! Diduga Setubuhi Kambing Sampai Mati, Kakek Duda 60 Tahun Ini Terancam Hukuman Cambuk dan Penjara

Komentar

Terkini.id, Jakart– Seorang kakek duda berusia 60 tahun di Malaysia diduga menyetubuhi kambing sampai mati sehingga ia terancam hukuman cambuk dan penjara.

Namanya Shaari Hasan, seorang kakek duda dari dekat Rawang di Malaysia, yang didakwa usai diduga melakukan tindakan tidak normal pada 27 Juli 2021 lalu.

Di bawah Pasal 377 KUHP Malaysia, duda berusia 60 tahun itu lantas menghadapi hukuman 20 tahun penjara serta denda besar atau cambuk brutal.

Menurut laporan media lokal, ia ditangkap saat beraksi ketika pemilik kambing, seorang wanita berusia 45 tahun, mendengar hewan peliharaannya mengeluarkan suara aneh dari belakang rumahnya.

Polisi mengatakan bahwa pemilik kambing lantas bergegas menuju kambing betinanya dan betapa terkejut ia justru menemukan seorang pria setengah telanjang berdiri di sebelah sang hewan.

Hasan pun langsung melarikan diri usai ketahuan melakukan aksi bejat terhadap seekor kambing malang.

Parahnya, kambing yang ditinggalkan tersebut mati setelah kejadian itu berlangsung hingga membuat pemilik sangat sedih. 

Saat di pengadilan, Hasan awalnya mengaku bersalah saat dakwaan dibacakan. Namun, di persidangan terakhir, ia justru mengaku tidak bersalah.

Hakim Nurul Mardhiah Mohammed Redza kemudian menyerahkan kaos dan celana panjang ke pengadilan, yang diduga diambil dari Hasan saat penangkapan terjad

“Apakah kemeja dan celana itu milik Anda?” tanya hakim kepada terdakwa, dikutip terkini.id dari iNews pada Sabtu, 27 November 2021.

“Tidak,” elak Hasan.

Hakim lalu menjelaskan bahwa pengakuan bersalah awal Hasan tidak dapat diterima jika ia tidak mengakui bahwa pakaian itu adalah miliknya.

Tuduhan tersebut pun dibacakan sekali lagi dan pria tua itu lagi-lagi menyangkal alias mengaku tidak bersalah.

Pengacara Hasan meminta pengadilan untuk jaminan, yang ditentang oleh wakil jaksa penuntut umum, Siti Khadijah Amir Hamdzah.

Pengadilan memihak jaksa dan tidak ada jaminan yang ditawarkan kepada terdakwa. Menurut rencana, Hasan akan kembali ke pengadilan pada 24 Desember 2021 mendatang.