OPM Sebut Korban Tewas Pekerja Jembatan di Papua Adalah TNI Berpakaian Sipil

Organisasi Papua Merdeka (OPM)

Terkini.id – 31 orang tewas dibantai oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distik Mbua, Kabupaen Nduga, Papua pada hari Minggu 2 Desember kemarin.

Namun setelah kejadian tersebut, OPM menegaskan, penyerangan ke lokasi jembatan Trans Papua dilakukan oleh sayap militernya, Tentara Pembebasan Nasional OPM.

Dilansir dari Suara, Sebby Sambom selaku juru bicara OPM mengungkapkan serangan terhadap pekerja di Kali Aworak, Kali Yigi, dan Pos TNI di Mbua dilakukan tim Panglima Daerah Militer Makodap III Ndugama OPM Egianus Kogoya.

“Kami melakukan aksi ofensif dan bertanggung jawab atasnya,” tegas Sebby Sambom.

Selain itu, Sebby Sambom mengatakan operasi ofensif itu dilakukan atas komando lapangan Pemne Kogoya. Adapun korban tewas adalah anggota TNI yang menyamar sebagai pekerja sipil.

Dijelaskan juga, TPN OPM sedikitnya sudah tiga bulan terakhir melakukan investigasi terhadap para pekerja proyek tersebut.

Hasilnya, kata dia, Pos Mbua adalah pusat kontrol yang berisi pekerja dari unsur TNI berpakaian sipil.

“Kami tahu yang bekerja di Jalan Trans Papua sepanjang Jalan Habema-Jugur Kenyam-Batas Batu adalah murni anggota TNI,” jelasnya.

Baca :Begini Pernyataan Menteri PUPR Soal Penembakan Pekerja Jembatan di Papua
Aparat keamanan bersiaga usai kejadian penembakan pekerja jembatan di Papua

Sebby Sambom menepis tuduhan bahwa pihaknya telah membunuh pekerja sipil. Ia menegaskan, TPN OPM tak salah memilih target operasi.

“Tentara rakyat Papua tahu betul mana warga sipil, pekerja unsur sipil, dan orang TNI maupun TNI dari Yon Zipur yang bekerja dalam proyek itu,” jelasnya.

Selain itu, Sebby Sambom juga mengakui penyerangan terhadap Pos TNI Distrik Mbua adalah tentaranya, bukan warga sipil.

“Harus diingat, kami TPNPB Komando Nasional punya kode etik perang revolusi. Kami tidak bakal berperang melawan warga sipil yang tak seimbang dan sepadan,” ujarnya.