Optimalkan Kapasitas Dosen, Unismuh Gelar Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah

Unismuh Makassar
Peserta Berfoto bersama pembicara Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah Unismuh Makassar

Terkini.id, Makassar – “Publikasi merupakan tuntutan dunia akademik. Jadi memang tidak alasan untuk menolak,” demikian jelas Bayu Taufiq Possumah dalam Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah Internasional Bereputasi yang diselenggarakan oleh Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, Rabu, 24 Oktober 2018.

Pria kelahiran 15 Januari 1974 ini menyebutkan beberapa alasan mengapa seseorang perlu rajin melakukan publikasi, bahkan setelah menjadi profesor sekalipun.

Misalnya, untuk dikenal orang dan komunitas ilmiah, demi karir yang lebih baik, memiliki ide dan pengetahuan untuk dibagikan, persyaratan penilaian (KPI), merupakan kewajiban institusi, suka bepergian, generasi interface, mendapatkan uang (insentif).

Diakuinya, sebagai pengajar di Universiti Malaysia Trengganu, ia berkewajiban publikasi 3-4 jurnal terindeks Scopus per tahunnya. Tentu hal itu mendapatkan fasilitas dari kampus.

Unismuh Makassar
Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah Unismuh Makassar

Doktor Ekonomi Islam alumnus Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) tahun 2013 ini menjelaskan bahwa di Malaysia juga ada tridharma perguruan tinggi, layaknya di Indonesia.

Menarik untuk Anda:

“Di sana juga ada pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sampai-sampai ada yang namanya Research University (RU) dan Teaching University (TU). Di RU, porsi untuk riset dan pengajaran seimbang, yakni 50% dibanding 50%. Yang termasuk RU antara lain, UKM, University of Malaya, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), dan Universiti Sains Malaysia. Kalau di TU, porsi pengajaran mencapai 70-80%, sementara bagian riset lebih kecil,” ungkapnya.

Pembicara dengan puluhan publikasi di jurnal terindeks Scopus ini menjelaskan cara mudah untuk publikasi di jurnal internasional bereputasi. Pertama, memilih jurnal yang tepat. “Jangan sampai salah target jurnal,” pesannya. Kedua, ikuti guideline dan gaya selingkung jurnal. Ketiga, ikuti proses peer-review. Keempat, turuti respons tim penilai (referees). Kelima, nikmati setiap proses penolakan. Keenam, persiapkan langkah apa saja yang perlu dilakukan setelah manuskrip diterima. Ketujuh, publikasi jurnal.

Peserta tekun menyimak penjelasan Pemateri

Reviewer untuk beberapa jurnal Internasional terindeks Scopus ini mengemukakan pula beberapa strategi publikasi di jurnal berimpak tinggi (high-impact journals).

Misalnya, kata dia, memutuskan di mana mengirimkan jurnal, mintalah umpan-balik dari sejawat, tulislah outline lalu organisasikan pemikiran sebelum menuliskannya, bertindaklah seolah Andalah reviewer sekaligus pembaca manuskrip tersebut, hindari overinterpretasi, bersinergilah dengan editor jurnal.

“Turutilah nasihat editor dan reviewer. Lakukan revisi sesuai yang diminta sesegera mungkin,” ujarnya di hadapan tiga puluhan peserta.

Peraih medali emas sebagai presenter terbaik dalam konferensi ISICAS di universitas Kyoto, Jepang tahun 2014 ini mengungkapkan beberapa kriteria penting tentang manuskrip yang baik.

“Pertama, originalitas. Kedua, kedalaman pengetahuan amat signifikan di bidangnya. Ketiga, menggunakan metode akurat dan konklusi tepat. Keempat, tidak menyalahi aturan dan tidak melanggar standar etis. Pelbagai problematika terkait etik contohnya: akurasi dan keaslian, plagiarisme, perlakuan etik terhadap manusia dan hewan coba, pernyataan tentang credit dan conflict of interest. Kelima, keterbacaan. “Sebisa mungkin, tulisan kita enak dibaca. Bahkan kalau perlu orang awam pun bisa paham,” tuturnya.

Dekan memberikan sertifikat kepada pembicara

Dalam sambutannya, Ismail Rasulong, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan gairah dosen dalam melakukan publikasi di jurnal Internasional bereputasi.

Senada dengan Dekan, Agusdiwana Suarni, Kepala Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, mengemukakan bahwa kegiatan ini berpotensi meningkatkan akreditasi fakultas dan universitas.

“Ke depannya, kami berharap dapat menjalin kerjasama, sinergi, dan kolaborasi, terutama dalam hal riset dan publikasi,” ujar dosen alumnus International Islamic University Malaysia (IIUM) Malaysia saat konfirmasi.

Kegiatan selama enam jam yang berlangsung di Aula Mini Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah ini berlangsung dengan tertib dan lancar.

Matinya listrik selama beberapa menit usai ishoma tidak mengurangi antusiasme peserta pelatihan. Terbukti mereka tetap bertahan hingga acara usai.

Citizen Reporter : dr Dito Anurogo MSc (Dosen FK Unismuh Makassar, penulis 22 buku, peserta pelatihan)

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Hari Tani Nasional, Polbangtan Gowa Lakukan Penyuluhan Budidaya Kacang Tanah dan Jagung di Maros

District Multi-Stalkehokder Forum (DMF) Program Yess PPIU Sulawesi Selatan digelar di Kabupeten Bulukumba

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar