Orang Tua Wajib Tahu, Memarahi Anak Terlalu Sering Bisa Menurunkan Kecerdasan Anak

Memarahi Anak
Ilustrasi memarahi anak. (Foto: Kumparan)

Terkini.id, Makassar – Setiap orang tua memiliki metode yang berbeda-beda dalam mendidik anak. Ada yang memilih untuk mendidik dengan penuh kelembutan, namun tak sedikit orangtua yang memilih untuk memarahi anak hampir setiap hari.

Marah adalah hal yang wajar dan sangat manusiawi, karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk emosi dasar seseorang.

Hal itu menjadi tidak wajar apabila marah diekspresikan dengan cara yang berlebihan bahkan berujung pada tindakan fisik seperti mencubit, memukul, menendang, dan tindakan negatif lainnya.

Namun, tahukah Anda bahwa memarahi anak terlalu sering bisa menurunkan tingkat kecerdasan dari sang anak.

Menurut penjelasan dari seorang psikolog klinis, kekerasan yang didapatkan anak, meski hanya secara verbal seperti memarahinya bisa mengganggu proses mielinisasi.

Baca juga:

Dilansir dari himedik, mielinisasi merupakan proses pelapisan lemak pada ujung saraf dimana hal ini memengaruhi penyampaian pesan dari saraf ke otak. Proses ini dimulai sejak bayi berada dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Anak yang sering dimarahi dan kerap mendapat kekerasan verbal baik sejak dalam kandungan hingga lahir ke dunia, itu mielin-nya lebih sedikit.

Ketika mielin berkurang maka proses penyampaian pesan dari saraf ke otak terjadi lebih lambat, anak jadi sulit menyerap pelajaran.

Senada dengan hal itu, seorang ahli ilmu otak mengungkapkan bahwa anak-anak juga bisa merasa ketakutan ketika orang tua memarahinya dengan cara membentak.

Nah, hal inilah yang akan memulai timbulnya masalah. Ketika muncul rasa takut, produksi hormon kortisol (hormon stres) akan meningkat. Untuk anak-anak, tingginya level hormon ini akan memutuskan sambungan neuron atau sel-sel otak.

Kondisi tersebut bisa membuat proses berpikir anak jadi terganggu, tidak bisa membuat perencanaan, sulit mengambil keputusan, tak bisa menerima informasi dengan baik, hingga tak memiliki kepercayaan diri. Hal itu tentunya akan mempengaruhi kecerdasan dari sang anak.

Komentar

Rekomendasi

Cara Unik Dokter di Makassar Cukur Rambut di Tengah Pandemi Covid-19

Tinggal di Gubuk Reot, Daeng Sialle Sekeluarga Butuh Uluran Tangan

Universitas Kebangsaan Malaysia, Setengah Abad Perguruan Tinggi untuk Memartabatkan Bahasa Melayu

Pandemi Covid-19, Kajati Sulsel dan BNI Kunjungi Warga Kurang Mampu

Demi Kuliah Daring, Mahasiswa Ini Berinisiatif Membuat Rumah Pohon

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar