Pak Guru Budi meninggal setelah dianiaya muridnya

Budi Achmad Cahyono semasa hidup (facebook)

Terkini.id, Makassar – Seorang guru honorer di SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, meninggal dunia setelah dianiaya oleh muridnya yang bernama HI.

Guru honorer tersebut, Achmad Budi Cahyono, merupakan guru kesenian yang usianya masih 27 tahun.

Menurut informasi yang beredar, Budi awalnya menegur muridnya, HI, yang ribut, mengganggu teman, dan mencoret-coret lukisan temannya,  saat Budi mengajar materi melukis, Kamis 1 Februari 2018..

Versi lain, Budi mendatangi HI yang tertidur, dan mencoret pipinya dengan cat lukis hari itu. Hal tersebut memang sudah biasa dia lakukan untuk menegur muridnya.

Tidak terima dengan perlakuan itu, HI yang dikenal memang temperamen dan jago silat itu, langsung memukuli Budi.

HI memukuli gurunya, Budi, hingga  beberapa kali. Menurut saksi, diperkirakan Budi dipukuli hingga delapan kali. Pukulan tersebut kebanyakan dilayangkan ke area sekitar kepala Budi.

Versi lain, aksi itu tidak cuma dilakukan HI di sekolah. HI juga memukuli Budi di luar sekolah. Siswa itu menunggu guru Budi di Jalan Raya Jrengik dan kembali menganiayanya.

Korban dan pelaku (facebook)

Setelah tiba di rumahnya, Budi tertidur, dan mengeluh sakit pada leher. Dia pun langsung dirujuk ke RS Dr Soetomo Surabaya, sekitar pukul 21.40 wib. Hasil diagnosis dokter menyebutkan, Budi mengalami mati batang otak dan semua organ dalam sudah tidak berfungsi. Dia pun meninggal dunia.

Siapa Achmad Budi?

Sang guru kesenian itu, Achmad Budi Cahyono, dimakamkan dengan penuh haru, pada Jumat 2 Februari.

Jenazah diantar ratusan orang, termasuk para guru dan muridnya ke tempat pemakaman umum (TPU) Kota Sampang, Jumat siang.

Sejumlah pihak ikut berduka, termasuk Kepala Dinas Pendidikan, dan Menteri Pendidikan RI.

Budi dikenal guru seni yang multitalenta. Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman, menyebut, Budi dikenal jago bermain musik, khususnya biola.

Berita Terkait
Komentar
Terkini